"Belajarlah terus, karena bisa saja ilmu yang kita miliki sudah kadaluarsa atau bahkan salah. Belajarlah sampai akhir hayat."

Kamis, 24 September 2009

Pendidikan Alquran Perlu Ditingkatkan


BANDAR LAMPUNG (Lampost). Saat ini pendidikan membaca Alquran kurang diminati generasi muda Islam. Oleh karena itu, pendidikan Alquran perlu ditumbuhkembangkan dan ditingkatkan pemahamannya.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Dakwah Pimpinan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Lampung, Hj. Fatimah Umar, dalam acara Khotmil Quran Majelis Taklim Nurul Falah Kedaton yang dihadiri 50 jemaah di Masjid Lembah Hijau, Bandar Lampung, Sabtu (26-8). Kegiatan ini sekaligus menyambut bulan suci Ramadan.

Hj. Fatimah Umar, yang juga penceramah kondang ini, menjelaskan penyebab kurang berminatnya generasi muda Islam membaca Alquran karena banyak yang terpengaruh gemerlapnya dunia modern. Sehingga mereka meninggalkan Alquran. Karena itu, ia mengajak kepada seluruh generasi muda Islam agar kembali mempelajari dan membaca Alquran, sehingga mampu meningkatkan iman dan takwa. "Mudah-mudahan dengan rajin membaca dan mengamalkan isi Alquran tak hanya meningkatkan iman dan takwa, tapi juga akan mendapat hidayah dari Allah swt.," kata pegawai Departemen Agama Kota Bandar Lampung ini

Salah satu cara meningkatkan minat membaca Alquran dengan menumbuhkan dan membangun taman pendidikan Alquran (TPA) di berbagai lokasi. TPA tersebut harus mengusung konsep pendidikan Islami guna mencetak generasi muda Qurani yang kuat dan amanah. Ia mengharapkan dengan banyaknya TPA akan mencetak generasi-generasi muda Islam yang mau membaca dan mengamalkan isi kandungan Alquran. Karena saat ini banyak yang bisa membaca Alquran, tapi mereka tidak mau mengamalkan isi Alquran tersebut. Faktor penyebabnya belum bisa membaca Alquran dengan baik dan benar. Lalu pengamalan hanya secara global bukan perinci sesuai dengan kaidah ilmu.

Ia mengakui saat ini hanya sekitar 25% yang mampu membaca Alquran dengan tajwid secara baik dan benar. Padahal, ujar dia, jika salah tajwidnya, artinya juga salah. Sebab tajwid merupakan cara membaca Alquran yang baik dan benar atau tartil.

Karena itu, ia mengharapkan remaja mepelajari tajwid dengan baik, sehingga setelah tua, mereka menguasai tajwid tersebut.

Untuk meningkatan permahaman Alquran, penyelenggaran pendidikan Alquran khususnya madrasah harus makin giat melakukan terobosan dalam pembelajaran tersebut. Karena jika pendidikan Alquran baik, pendidikan agama akan berkembang.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat membaca Alquran dengan baik dan benar serta mengamalkan kita suci tersebut di dalam kehidupan sehari-hari. AST/S-1


Sumber: http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2007082702345340

0 komentar:

Pengin cari artikel lainnya...?!?