"Belajarlah terus, karena bisa saja ilmu yang kita miliki sudah kadaluarsa atau bahkan salah. Belajarlah sampai akhir hayat."

Kamis, 05 Mei 2011

MASJID SEBAGAI PUSAT PERGERAKAN

Di zaman Rasululloh SAW, masjid tidak sekedar digunakan sebagai tempat sholat. lebih dari itu, masjid ditempatkan sebagai pusat pergerakan Islam. Mulai dari perencanaan strategi dakwah, perencanaan perang, sampai dengan sarana pembentukan karakter bagi para sahabat. Selain itu, masjid juga menempati fungsi sosial melalui zakat, infaq, shodaqoh.

Seiring berjalannya waktu, nilai-nilai itu nampaknya mulai bergeser. Walaupun masih ada yang berusaha menjadikan masjid sebagai pusat pergerakan, Namun, itu sangat sedikit sekali jumlahnya. Yang terjadi kebanyakan adalah masjid sekedar menjadi tempat sholat, tempat pengajian dan hal-hal lain yang sifatnya Ibadah kepada Alloh Azza wa Jalla. Lebih sayang lagi, bahkan ada yang beranggapan bahwa, memang seperti itulah fungsi masjid.

Melihat permasalahan sosial yang berkembang sekarang ini, seperti kenakalan remaja, kemiskinan, nampaknya masjid harus segera mengambil peran semaksimal mungkin guna mengatasi masalah tersebut. Galakkan lagi pengajian-pengajian. Selingi kegiatan rutin itu dengan kegiatan lain untuk menghindari kejenuhan, seperti outbond, hiking, cycling, mewarnai, melukis. Tentu kegiatan itu disesuaikan dengan usia mereka.

Rapatkan barisan, perbaiki sarana prasarana masjid, lalu pusatkan semua kegiatan di masjid. Buat unit kegiatan masjid sesuai dengan potensi dan keinginan jamaah. Setiap unit masjid yang ada, perlu kiranya dibentuk suatu kepengurusan, sebagai sarana latihan tanggung jawab atas kegiatan tersebut.

Jalinlah ukhuwah, silaturahim dan koordinasi yang baik dengan masjid sekitar, saling tukar informasi, saling memotivasi dan jaga istiqomah.

Sumber: Al Hikmah Toyan

0 komentar:

Pengin cari artikel lainnya...?!?