"Belajarlah terus, karena bisa saja ilmu yang kita miliki sudah kadaluarsa atau bahkan salah. Belajarlah sampai akhir hayat."
Tampilkan postingan dengan label Info Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Desember 2012

Jalan Dakwah, Seindah-indahnya Nuansa Kehidupan

Jalan dakwah adalah sebaik-baiknya jalan menuju surga. Seindah-indahnya nuansa kehidupan. Sebagus-bagusnya teman menyempurnakan ketaatan. Jalan dakwah adalah jalan yang memberikan begitu banyak tawaran pahala menggiurkan dengan sejuta sensasi kebahagiaan.
Jalan dakwah sudah seharusnya dinikmati selayaknya menerima anugerah kehidupan yang lain. Tak banyak orang yang berada di jalan ini. Dari yang tak banyak itu kita mungkin salah satunya. Kenapa harus kita? Ya memang harus kita, karena kita telah melakukan perjalanan yang jauh dalam menggapai kesempatan untuk bisa berada dijalan ini. Karena kita telah berikhtiar menjemput kesempatan dijalan ini dan ternyata ikhtiar itu tak bertepuk sebelah tangan. Buktinya hari ini, hari sebelumnya dan hari selanjutnya dan insya Allah hingga usia menempuh batas limitnya kita tetap ada dijalan ini.
Jalan dakwah ini memang istimewa. Inilah jalan hidup yang telah dilalui oleh manusia-manusia hebat sekelas para nabi, para sahabat, para tab’i dan tabi’in. Para Shalafusshaleh dan orang-orang besar yang namanya menyejarah hingga kini. Mereka menyejarah karena jalan dakwah yang dilalui. Mereka dikenang karena kesungguhan niat untuk bertahan dijalan ini. Kemudian dengan sangat bersemangat mereka meregenerasi pejuang dakwah selanjutnya. Mereka sadar usia kehidupannya tak lama. Usia kesempatan beramal yang sebentar harus diperlama dengan menghadirkan manusia-manusia dakwah baru. Dengan hadirnya mereka niscaya keberlangsungan dakwah dan tentunya amal kebaikan mereka akan selalu ada.

Senin, 28 November 2011

100 santri tahanan penghafal Al Qur’an di wisuda Menhumkan

Solo (Soloraya Online) – 100 santriwan dan santriwati PPPA (Pondok pesantren Penghafal Al Qur’an) Rutan Solo di wisuda Menhumkam ”Saya bangga dan terharu teryata rumah tahanan ini dapat hidayah AlQur’an, banyak tahanan yang sekarang malah jadi santri-santri yang hebat, saya malah belum pernah di wisuda sebagai penghafal Al- Qur’an lho,” Ujar Patrialis Akbar, Menhumkam ( Menteri Hukum dan HAM) menyambut wisuda PPPA Rutan Solo Gladak.Sabtu (8/8)

Menhunkam berharap dengan di wisuda ini, para santriwan dan santriwati Rutan Solo ini selepas keluar dari tahanan ini akan menjadi suri teladan yang baik bagi masyarakat, apalagi para santri Rutan sudah di wisuda, harus benar-benar menjaga nama baik.

”Lebih –lebih semangat mencintai Al- Qur’an, tidak hanya menghafal tetapi juga harus mampu diamalkan sehari-hari,” kata Patrialis Akbar.

Selasa, 04 Oktober 2011

Program Tahfidz Alquran di Padangpanjang Jadi Percontohan

REPUBLIKA.CO.ID, PADANGPANJANG - Program tahfidz Al Quran yang diterapkan mulai dari tingkat SLTP dan SLTA di Padangpanjang, Sumatera Barat, akan dijadikan percontohan sekolah-sekolah yang berada di naungan Kementerian Agama di seluruh Indonesia.
"Di sini (Padangpnjang) bisa diterapkan, minimal satu orang siswa bisa hafidz satu juz Al Quran per semester. Hal itu merupakan salah satu acuan dalam menjadikan Padangpanjang sebagai percontohan," kata Dirjen Mapenda Kementerian Agama, A Syaifudin, di Padangpanjang, Rabu.

Ia mengatakan, dalam menerapkan program tahfidz Al Quran, antara pemerintah dengan Kementerian Agama setempat harus bersinergi, sehingga bisa direalisasikan. "Dari pusat kita juga telah menyiapkan anggaran untuk pembinaan sekolah-sekolah madrasah swasta, karena di jajaran kementerian agama cukup banyak sekolah swasta dengan jumlah sekitar 92,4 persen, sedangkan sekolah negeri hanya 7,6 persen," jelasnya.

Rabu, 10 Agustus 2011

Dari Bekas Gereja, Komunitas Muslim Inggris Promosikan Islam

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Selain rumah, komunitas Islam Inggris juga memanfaatkan bangunan lain guna dijadikan Masjid. Kondisi itu mendesak dilakukan guna mengakomodasi pertumbuhan populasi komunitas Muslim.

Pakar Arsitektur Islam Alia Raffia Ullah mengatakan komunitas Muslim Inggris sengaja memiliki bangunan yang lebih besar seperti bioskop, pabrik atau gudang sebagai alternatif selain rumah. Tak jarang, bekas bangunan Gereja yang tidak terpakai dikonversi menjadi masjid.

"Tahun 1970-an dan 1980-an, jumlah gereja di Inggris mencapai taraf berlebihan. Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah gereja yang terlantar," kata dia islamonline.net, Senin (8/8).

Kendati tidak melanggar hukum, konversi gereja dan kapel oleh komunitas Muslim mendapat kritik partai-partai ekstrem kanan Inggris yang menentang status tempat ibadah suatu agama berubah. "Pertentangan ada, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa lantaran konversi yang dilakukan sudah memenuhi aturan," kata dia.

Senin, 08 Agustus 2011

Renungan Ramadhan : Al Qur’an Dulu! Baru yang Lain (Ust. Rahmat Abdullah)

Membaca tausiyah dari syaikhut tarbiyah almarhum K.H. Rahmat Abdullah begitu menggetarkan jiwa. Dengan bahasa yang dalam dan kata-kata yang kuat mampu meluapkan emosi dan semangat para pembacanya. Yakinlah! Berikut salah satu kutipan tausiyah Ustadz Rahmat Abdullah:

"Bacalah Al-Qur’an, ruh yang menghidupkan, sinari pemahaman dengan sunnah dan perkaya wawasan dengan sirah, niscahya Islam itu terasa nikmat, harmoni, mudah, lapang dan serasi. Al-Qur’an membentuk frame berfikir. Al-Qur’an mainstream perjuangan. Nilai-nilainya menjadi tolak ukur keadilan, kewajaran, dan kesesuaian dengan karakter, fitrah dan watak manusia. Penguasaan outline-nya menghindarkan pandangan parsial juz’i. penda’wahannya dengan kelengkapan sunnah yang sederhana, menyentuh, aksiomatis, akan memudahkan orang memahami Islam, menjauhkan perselisihan dan menghemat energi umat.

Kamis, 04 Agustus 2011

Efek Puasa Terhadap Tubuh

Sumber: Republika

Selama berpuasa tubuh manusia menghasilkan energi dengan membakar sumber daya yang disimpan oleh tubuh. Simpanan ini terdiri dari lemak, karbohidrat dan gula sehingga menghasilkan energi.

Hati adalah organ yang paling berperan dalam proses ini. Hati mengubah lemak menjadi zat kimia yang disebut Keton tubuh berupa tiga senyawa larut dalam air yang kemudian digunakan sebagai sumber energi.

Justru tubuh mengambil banyak manfaat dari puasa. Detoksifikasi adalah salah satu manfaat terpenting dari puasa. Detoksifikasi terjadi saat usus besar, hati, ginjal, paru-paru, kelenjar getah bening dan kulit menghilangkan atau menetralkan racun.

Kekuatan Azan

Oleh: Ustad Arifin Ilham/Republika

Waktu bergerak dan terus berputar. Malam berganti dan siang kembali menjelang. Begitu seterusnya, hingga fase alam dunia ini berakhir. Tentu tidak ada yang bisa menahan gerak sunatulah-Nya ini.

"Sungguh dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berilmu." (QS Ali Imran [3]: 190).

Tiap kali terjadi pergantian dari malam ke siang atau sebaliknya, maka bagi mereka yang beriman kepada Allah, pasti akan menyambutnya dengan panggilan salat. Saat peralihan dari malam ke siang bukankah kita disambut dengan salat Subuh. Saat peralihan dari siang ke malam kita disambut dengan salat Zuhur, Asar, Maghrib dan Isya. Bahkan pada tengah malam saat penghuni bumi terlelap dalam tidurnya, mereka para perindu-Nya berdiri menegakkan salat, rukuk dan sujud kehadirat Allah Rabbul 'Izzah.

Badko TPQ Grogol adakan Pawai Syi’ar Ramadhan


Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al Qur’an (Badko TPQ) Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo akan mengadakan kegiatan ”Pawai Syi’ar Ramadhan 1432 Hijriyah Bersama TPQ se-Kecamatan Grogol”. Kegiatan yang akan diikuti oleh ribuan santriwan-santriwati dan ustadz-ustadzah TPQ se-kecamatan Grogol tersebut akan dimulai (start) dari lapangan ex. Atrium Solo Baru dan finish di Masjid An Nur Madegondo, Ahad (31/7) besok. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pada kesempatan tersebut, di antaranya: Pawai Syi’ar Islam, Pembagian Jadwal Imsakiyah, Posterisasi, dan diakhiri dengan Tabligh Akbar dengan menghadirkan Ustadz M. Natsir dari Keong Mas Surakarta.

Kegiatan ini selain untuk memeriahkan dan menyambut datangnya bulan Ramadhan 1432 Hijriyah, serta mengajak masyarakat umum untuk mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Mudah-mudahan kegiatan ini mampu menginspirasi dan memotivasi santriwan-santriwati dan ustadz-ustadzah TPQ pada khususnya dan masyarakat pada umumnya agar dapat menjadikan bulan Ramadhan sebagai Syahrut Tarbiyah (bulan pembinaan dan perbaikan diri). Hal ini sangat penting, karena sebentar lagi umat islam akan memasuki bulan Ramadhan, bulan dimana semangat untuk beribadah cenderung meningkat di banding bulan-bulan selainnya.


Sumber: Solopos

Badko TPQ Sukoharjo adakan Training ESQ


Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al Qur’an (Badko TPQ) Kabupaten Sukoharjo adakan kegiatan ”Training Emosional Spiritual Quetiont (ESQ)” di RM. Embun Pagi Sukoharjo, Ahad (24/7) kemarin. Kegiatan tersebut menghadirkan B.S. Wibowo, SKM, MARS, CPHR dari LMT TRUSTCO Jakarta. Kegiatan yang diikuti 80 peserta perwakilan Badko TPQ se-Kabupaten Sukoharjo dan Pengurus Badko TPQ Kabupaten Sukoharjo ini merupakan sebuah kegiatan alternatif yang dilaksanakan atas kerjasama dengan Seksi Kapontren Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukoharjo.

Dalam sambuatannya, Ketua Badko TPQ Kabupaten Sukoharjo, Hasman Budiadi, SE.MM. menyampaikan bahwa kegiatan ini, harapannya dapat menyiapkan seluruh Pengurus Badko baik di tingkat kecamatan maupun di tingkat kabupaten untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan yang mulia. Dalam materinya, Trainer B.S. Wibowo, SKM, MARS, CPHR menyampaikan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan oleh seorang muslim harus dilandasi dengan keikhlasan. Keikhlasan inilah yang akan sangat mempengaruhi konsistensi seseorang dalam setiap aktivitasnya. Selain itu, dalam mendidik santriwan-santriwati TPQ dengan Al Qur’an, harus dilaksanakan dengan cerdas, tuntas, dan berkualitas. Sehingga ke depannya, generasi penerus bangsa ini akan mampu memimpin dan membangun bangsa Indonesia dengan integritas kejujuran yang tinggi.


Sumber: Solopos

Senin, 20 Juni 2011

Menag: Perlu Dihidupkan Lagi Budaya Mengaji Setelah Shalat Maghrib

REPUBLIKA.CO.ID,PALANGKARAYA--Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan, budaya maghrib mengaji di kalangan masyarakat perlu dihidupkan kembali, sebab saat ini kebiasaan umat muslim tersebut sudah mengalami penurunan.

"Kebiasaan maghrib mengaji sudah mulai hilang di kalangan masyarakat, khususnya bagi para remaja. Kalau dulu biasanya orang tua selalu menyuruh anaknya membaca AlQuran usai melaksanakan ibadah maghrib," katanya di Palangka Raya, Sabtu.
Ia mengatakan, pihaknya sudah mencanangkan "Gerakan Maghrib Mengaji" atau disingkat "Gemar Mengaji", dengan melalukan sosialisasi kepada masyarakat untuk kembali melaksanakan budaya tersebut.

Menurutnya, melalui Gemar Mengaji setiap maghrib anak-anak diajak untuk mengaji dan menyimak Al Quran dan kandungannya. Langkah tersebut diyakini akan mampu menciptakan generasi yang penuh kasih sayang, hormat menghormati, berbudi pekerti tinggi sebagaimana nilai-nilai yang diajarkan dalam Alquran.

Minggu, 19 Juni 2011

Hikmah Isra Mikraj

Oleh: Hery Sucipto

Dalam sejarahnya, dakwah Rasulullah tak pernah sepi dari gangguan kafir Quraisy. Di tengah tantangan dakwah itu, kesedihan yang tak terperikan dihadapi Rasulullah, yakni wafatnya dua orang paling disegani dan dikasihi Nabi SAW, yakni sang paman Abu Thalib, dan istri tercinta Khadijah. Dengan totalitas yang tak diragukan lagi, keduanya adalah pendukung setia dakwah Rasulullah. Wafatnya kedua pendukung utama ini, merupakan ujian besar bagi perjuangan Rasul SAW.

Dalam situasi seperti itu, Allah SWT "menghibur" Rasulullah dengan memperjalankannya ke langit melalui peristiwa Isra dan Mikraj, dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Palestina. Kemudian, dilanjutkan dengan perjalanan (Mikraj) ke Sidratul Muntaha (tempat tiada berbatas), Arasy (takhta Allah), hingga menerima wahyu secara langsung dari Allah SWT tanpa perantaraan Jibril, yakni perintah shalat. Peristiwa itu terjadi pada 27 Rajab, setahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah.

"Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS Al-Isra [17]: 1).

Maher Zain Raih Penghargaan Doble Platinum untuk Albumnya yang Terjual Lebih dari 300 Ribu Keping


Salam semangat! Sudah sebulan lebih tidak bikin postingan tentang Maher Zain. Setelah akhir April hingga awal Mei lalu sukses melakukan promo album ke Indonesia, kini mendapat good news bahwa debut-album: Thank You Allah menembus angka penjualan lebih dari 300 ribu keping. Tentu saja ini prestasi yang luarr biasa untuk artis yang mengusung lagu religi di blantika musik indonesia. Hingga wajar jika kang Maher meraih penghargaan Double Platinum (platinum=penjualan album 150ribu).

Setahu saya tidak banyak musisi religi yang mampu menembus angka platinum di Indonesia, dari Mancanegara sebut saja Raihan. Dari musisi dalam negeri, yang berhasil meraih platinum adalah Opick, Haddad Alwi dan Snada.

Di tengah maraknya pembajakan, angka 300 ribu merupakan prestasi besar buat kang Maher Zain. Congratulations Bro!

Sumber: Iswandi Banna

Indonesia Adalah Negeri Al Qur’an

Saya selalu merasakan gemetar ketika menyangkutpautkan Al Qur’an dengan bangsa ini. Bangsa Indonesia. Bangsa yang dipenuhi heterogen kehidupan. Mulai dari keberagaman budaya, tradisi, suku, hingga keberagaman agama yang berhegemoni di dalamnya.
Saya pernah bertemu dengan seorang berkeyakinan Budha, Chinise. Kami berbicara banyak hal, berukar pikiran tentang bisnis. Dan saya dapati bahwa apa yang ia sampaikan dan ia katakan tak satupun yang melenceng dari nilai-nilai Al Qur’an.

Juga pernah bertemu dengan seorang Atheis, dia bercerita tentang tokoh-tokoh yang menginspirasi hidupnya. Ada Mahatma Gandhi, Confusious, Muhammad, Jesus, Zarathustra, Soekarno, Bunda Theresa. Hanya yang membuat saya tersenyum adalah ketika saya bertanya, “Di bagian mana-nya Anda mendapatkan inspirasi dari mereka?” Dan jawabannya tak jauh dari nilai-nilai Al Qur’an.

Selasa, 14 Juni 2011

Cintai produk lokal melalui gerakan "Beli Indonesia!"

Para pengusaha Indonesia yang tergabung dalam Indonesian Islamic Business Forum meluncurkan gerakan "Beli Indonesia!" untuk menghindari dominasi produk asing di pasar.

Presiden IIBF Heppy Trenggono mengatakan berbagai sektor ekonomi di Indonesia saat ini sudah dikuasai asing, a.l teknologi, farmasi, dan tekstil.

“Untuk ketiga sektor tersebut hampir 90% dikuasai pasar asing,” ungkapnya.

Heppy mengatakan gerakan Beli Indonesia! akan diwujudkan melalui beberapa program.

“Kami akan melakukan pendataan produk untuk mengumpulkan data base produk asli Indonesia,”
ujarnya.

Hadapi Kampanye anti-Islam secara Rasional, Bukan dengan Marah

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH - Intelektual Muslim harus siap untuk menghadapi setiap kampanye negatif terhadap Islam dan Nabi Muhammad (SAW) di internet dan di media publik lainnya, kata seorang editor Keralite terkemuka. Namun, penyikapan itu harus dilakukan secara rasional, bukan dengan marah.

"Meskipun tidak ada yang baru di sebagian besar kritik dilontarkan terhadap Islam dan Nabi, kita dapat mengamati bahwa beberapa dari mereka telah dianggap memiliki standar akademik dan kita harus berurusan dengan mereka dengan cara yang sama, melakukan penelitian yang diperlukan," kata MM Akbar, kepala editor bulanan Samwadam Sneha yang bertujuan untuk menyebarkan pesan Islam di Kerala.

Ia berbicara sebuah konferensi media internasional di Jeddah.

Dia tak setuju dengan penyebutan Muslim sebagai teroris dan ekstremis. "Kita harus menghadapi kritik-kritik dalam cara yang rasional bukannya memprovokasi dan bereaksi emosional," katanya dan mengutip contoh seorang profesor perguruan tinggi yang tangannya terputus karena menerbitkan paper yang mempertanyakan kenabian Muhammad SAW.

Senin, 13 Juni 2011

Hati-hati Menggunakan Otak Kiri dalam Beramal

Bedanya orang otak kiri dan otak kanan bisa dilihat dari cara mereka menghadapi hidup ini. Seperti kita ketahui otak kiri mengandung kecerdasan intelektual dan bersifat realistis. Sedangkan otak kanan berfungsi sebagai kecerdasan emosional dan merupakan alam bawah sadar manusia.

Beginilah jadinya, ketika manusia didominasi hanya menggunakan otak kiri saja. Selalu hitung-hitungan dalam beramal, terbukti dari kenyataan berikut ini:

1. Orang otak kiri lebih banyak meminta daripada bersyukur, sedangkan orang otak kanan lebih banyak bersyukur daripada meminta.

2. Orang otak kiri meminta dulu, kalau terkabul, baru bersyukur, sedangkan orang otak kanan bersyukur dulu, baru meminta, terkabul atau tidak, tetap bersyukur.

Memakmurkan Masjid dengan Paradigma Memberi

Minta-minta lagi, itulah kenyataan yang sering kita lihat di masjid kita hari ini, khususnya dalam persoalan dana. Minta-minta dana pada jama’ah seakan-akan telah menjadi budaya dan kultur masjid kita hari ini, khususnya lagi pengurus masjid yang sudah tak lagi produktif dan tidak memiliki paradigma (cara padangan) memakmurkan masjid dengan paradigma memberi.

Mungkin dalam pandangan banyak pengurus masjid kita hari ini, meminta dana pada jama’ah adalah yang lumrah untuk dilakukan sebagaimana aktivitas kampung pada umumnya, khususnya di tingkat RT (Rukun Tetangga), dengan berbagai iurannya. Mungkin mereka beranggapan pula, jika tidak meminta jama’ah, tak akan ada dana, sehingga kegiatan masjid tak bisa berjalan dengan baik.

Pembaca sekalian, maka wajar jika hampir bisa dipastikan setiap akan ada kegiatan masjid, para takmir/pengurus masjid kita membagi struk permohonan dana. Mau memberi subsidi tenaga pengajar TPA/TPQ minta-minta dana jama’ah, mau mengadakan pengajian minta-minta dana ke rumah-rumah jama’ah, bahkan mau membangun/renovasi masjid pun, tak malu-malu meminta-minta jama’ah dari rumah ke rumah.

Belajar “Memuliakan” Tenaga Pengajar TPA/TPQ (Pengajar Al Qur’an)

Tema tersebut saya angkat, berawal dari perjumpaanku dengan salah seorang pengajar TPA/TPQ disalah satu masjid. Ia menceritakan bagaimana beratnya tanggungjawab sebagai pengelola dan sekaligus pengajar TPA/TPQ selama ini, hampir waktu sorenya dihabiskan untuk mendampingi anak-anak belajar Al Qur’an. Padahal jika dibandingkan pemuda seusianya, banyak para pemuda yang menghabiskan waktu sorenya untuk les pelajaran sekolah, ada yang berolah raga, ada yang bersendau gurau dengan teman lainnya dll, tapi dirinya rela dan ikhlas mendampingi, membimbing dan mengajar di TPA/TPQ. Walaupun ilmu yang dimilikinya terbatas, tapi dirinya tetap bersemangat dan terus berusaha semampunya mengemban amanah dengan sebaik-baiknya, demi adik- adik kampungnya agar bisa membaca Al Qur’an dengan baik.

Ditengah asiknya dirinya bercerita, saya sesekali bertanya padanya untuk lebih menjelaskannya lagi bagaimana suka dan dukanya menjadi pengajar TPA/TPQ selama ini, .Saat itu saya bertanya padanya, apakah selama ini tidak ada pertemuan rutin dengan pengurus masjid setempat (sebagai bentuk dukungan) dan dana operasional dari pengurus masjid ? Ia memberikan jawaban yang sangat mengherankan saya, jangankan pertemuan mas, melihat langsung TPA/TPQ saja ngak pernah dilakukannya. Sedangkan untuk dana operasional TPA/TPQ saja kita diharuskan membuat proposal terlebih dulu, padahal dana yang kita minta hanya cuma Rp. 50 ribu saja. Mendengar jawaban tersebut, saya sangat heran dan tak hampir pikir dengan perjalanan TPA/TPQ di masjid tersebut. Dalam hati saya hanya bisa prihatin, kok zaman sekarang masih ada saja pengurus masjid yang tidak peduli dengan TPA/TPQ, khususnya lagi pengajar TPA/TPQ (seiring dengan perjalanan waktu, pada akhirnya TPA/TPQ di masjid tersebut mati karena tak terurus dengan baik).

Alhamdulillah... Insentif Guru Mengaji dan Imam Masjid Naik

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR - Insentif guru mengaji dan imam masjid di Makassar akan naik menjadi Rp 3 miliar dari insentif sebelumnya yang hanya Rp 1,2 miliar per tahun. "Insentif ini mengalami kenaikan 150 persen menyusul adanya rencana Badan Legislasi DPRD Makassar yang menindak lanjuti Ranperda Baca Tulis Al Quran," ujar anggota DPRD Makassar Muzakkir Ali di Makassar, Kamis (9/6).

Ia menyatakan, dalam APBD Makassar insentif guru mengaji dan imam masjid dialokasikan sebesar Rp 1,2 miliar per tahunnya. Angka Rp 700 juta di antaranya dimanfaatkan untuk insentif guru mengaji seperti Tempat Pendidikan Al Quran (TPA) dan selebihnya untuk insentif imam masjid.

Pemenuhan insentif yang diatur dalam Rencana Peraturan Daerah Baca Tulis Al Quran dimaksudkan untuk mendorong guru mengaji dan imam masjid agar bisa bekerja lebih efektif dalam membina, mendidik dan mengajarkan pendidikan tentang Al Quran. "Sengaja kami meningkatkan insentif para guru mengaji dan imam masjid ini hanya semata-mata agar mereka bisa lebih efektif dalam memberikan pendidikan agama kepada anak didiknya," katanya.

Rabu, 25 Mei 2011

Pendeta AS Ramalkan Kiamat Hari Ini (Sabtu, 21/5/2011) Jam 6 Sore, Saksikan Kebohongannya!

JAKARTA (voa-islam.com) – Berdasarkan ayat Bibel, seorang pemuka Kristen meramalkan kiamat akan jatuh pada hari Sabtu jam 6 sore, 21 Mei 2010. Jangan percaya, pasti meleset!!!


“Judgment Day May 21, 2011. The Bible Guarantees it!” (Hari Penghakiman akan tiba 21 Mei 2011. Alkitab (Bibel) Menjamin Kebenarannya!"

Demikian slogan yang tertera di halaman depan web radio yang meramalkan kiamat akan tiba beberapa hari lagi.
 Sebuah ayat Bibel dijadikan dalil untuk menjustifikasi ramalannya.

“Blow the trumpet, warn the people”
(Tiuplah sangkakala, peringatkan umat manusia),” demikian kutipan ayat Bibel yang dicomot dari Yehezkiel 33:3.

Pengin cari artikel lainnya...?!?