"Belajarlah terus, karena bisa saja ilmu yang kita miliki sudah kadaluarsa atau bahkan salah. Belajarlah sampai akhir hayat."
Tampilkan postingan dengan label Keajaiban Al Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keajaiban Al Qur'an. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2011

100 santri tahanan penghafal Al Qur’an di wisuda Menhumkan

Solo (Soloraya Online) – 100 santriwan dan santriwati PPPA (Pondok pesantren Penghafal Al Qur’an) Rutan Solo di wisuda Menhumkam ”Saya bangga dan terharu teryata rumah tahanan ini dapat hidayah AlQur’an, banyak tahanan yang sekarang malah jadi santri-santri yang hebat, saya malah belum pernah di wisuda sebagai penghafal Al- Qur’an lho,” Ujar Patrialis Akbar, Menhumkam ( Menteri Hukum dan HAM) menyambut wisuda PPPA Rutan Solo Gladak.Sabtu (8/8)

Menhunkam berharap dengan di wisuda ini, para santriwan dan santriwati Rutan Solo ini selepas keluar dari tahanan ini akan menjadi suri teladan yang baik bagi masyarakat, apalagi para santri Rutan sudah di wisuda, harus benar-benar menjaga nama baik.

”Lebih –lebih semangat mencintai Al- Qur’an, tidak hanya menghafal tetapi juga harus mampu diamalkan sehari-hari,” kata Patrialis Akbar.

Selasa, 04 Oktober 2011

Program Tahfidz Alquran di Padangpanjang Jadi Percontohan

REPUBLIKA.CO.ID, PADANGPANJANG - Program tahfidz Al Quran yang diterapkan mulai dari tingkat SLTP dan SLTA di Padangpanjang, Sumatera Barat, akan dijadikan percontohan sekolah-sekolah yang berada di naungan Kementerian Agama di seluruh Indonesia.
"Di sini (Padangpnjang) bisa diterapkan, minimal satu orang siswa bisa hafidz satu juz Al Quran per semester. Hal itu merupakan salah satu acuan dalam menjadikan Padangpanjang sebagai percontohan," kata Dirjen Mapenda Kementerian Agama, A Syaifudin, di Padangpanjang, Rabu.

Ia mengatakan, dalam menerapkan program tahfidz Al Quran, antara pemerintah dengan Kementerian Agama setempat harus bersinergi, sehingga bisa direalisasikan. "Dari pusat kita juga telah menyiapkan anggaran untuk pembinaan sekolah-sekolah madrasah swasta, karena di jajaran kementerian agama cukup banyak sekolah swasta dengan jumlah sekitar 92,4 persen, sedangkan sekolah negeri hanya 7,6 persen," jelasnya.

Senin, 08 Agustus 2011

Magnet Ramadhan > Fakta Ringannya Membaca Quran Dimana-mana

Cerita dari inspirator Bayu Gawtama ini begitu menggugah. Fakta bahwa Ramadhan menjadi magnet bagi siapapun, profesi apapun, untuk tilawah (membaca Quran) menghiasi bibir dan hati dengan ayat-ayat Nya.

Berikut Ceritanya:

Segera saya mencari pom bensin ketika kedap-kedip di dashboard seolah terus memaksa minta diisi. Pom bensin pun terlihat, “isi full mas…” saya diam, si mas petugas pom bensin hanya diam duduk membelakangi. Apa mungkin dia mengantuk di tengah terik begini, ketika sepi tidak ada pelanggan. “Mas, isi penuh ya…” kali ini volume suara saya perbesar sedikit, dan berhasil. “Eh maaf, pak…” dia meletakkan sesuatu dari tangannya di atas kotak merah tempat penyimpanan uang. Akhirnya saya tahu apa yang membuat ia tak mendengar sapaan saya yang pertama, dan akhirnya saya seperti merasa bersalah dengan tekanan yang lebih tinggi pada sapaan yang kedua. Karena ternyata ia tak sedang tidur membelakangi saya, namun tengah khusyuk membaca Alqur’an.

Yang baru saja diletakannya itu alquran kecil ukuran saku, hati-hati sekali ia menyimpannya masih dalam keadaan terbuka namun posisinya tertelungkup. Mungkin ia menandakan bacaan yang terbaru untuk dilanjutkan kembali nanti setelah pelanggannya pergi. Sambil ia memasukkan selang pompa, saya masih sempat melihat gerakan bibirnya masih membaca lafaz tersisa, yang mungkin belum sempat ia selesaikan karena kedatangan saya. Saya segera membayar sejumlah uang untuk sejumlah bensin yang telah ia berikan, terdengar kata “Alhamdulillah…” darinya.

Renungan Ramadhan : Al Qur’an Dulu! Baru yang Lain (Ust. Rahmat Abdullah)

Membaca tausiyah dari syaikhut tarbiyah almarhum K.H. Rahmat Abdullah begitu menggetarkan jiwa. Dengan bahasa yang dalam dan kata-kata yang kuat mampu meluapkan emosi dan semangat para pembacanya. Yakinlah! Berikut salah satu kutipan tausiyah Ustadz Rahmat Abdullah:

"Bacalah Al-Qur’an, ruh yang menghidupkan, sinari pemahaman dengan sunnah dan perkaya wawasan dengan sirah, niscahya Islam itu terasa nikmat, harmoni, mudah, lapang dan serasi. Al-Qur’an membentuk frame berfikir. Al-Qur’an mainstream perjuangan. Nilai-nilainya menjadi tolak ukur keadilan, kewajaran, dan kesesuaian dengan karakter, fitrah dan watak manusia. Penguasaan outline-nya menghindarkan pandangan parsial juz’i. penda’wahannya dengan kelengkapan sunnah yang sederhana, menyentuh, aksiomatis, akan memudahkan orang memahami Islam, menjauhkan perselisihan dan menghemat energi umat.

Senin, 20 Juni 2011

Menag: Perlu Dihidupkan Lagi Budaya Mengaji Setelah Shalat Maghrib

REPUBLIKA.CO.ID,PALANGKARAYA--Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan, budaya maghrib mengaji di kalangan masyarakat perlu dihidupkan kembali, sebab saat ini kebiasaan umat muslim tersebut sudah mengalami penurunan.

"Kebiasaan maghrib mengaji sudah mulai hilang di kalangan masyarakat, khususnya bagi para remaja. Kalau dulu biasanya orang tua selalu menyuruh anaknya membaca AlQuran usai melaksanakan ibadah maghrib," katanya di Palangka Raya, Sabtu.
Ia mengatakan, pihaknya sudah mencanangkan "Gerakan Maghrib Mengaji" atau disingkat "Gemar Mengaji", dengan melalukan sosialisasi kepada masyarakat untuk kembali melaksanakan budaya tersebut.

Menurutnya, melalui Gemar Mengaji setiap maghrib anak-anak diajak untuk mengaji dan menyimak Al Quran dan kandungannya. Langkah tersebut diyakini akan mampu menciptakan generasi yang penuh kasih sayang, hormat menghormati, berbudi pekerti tinggi sebagaimana nilai-nilai yang diajarkan dalam Alquran.

Minggu, 19 Juni 2011

Indonesia Adalah Negeri Al Qur’an

Saya selalu merasakan gemetar ketika menyangkutpautkan Al Qur’an dengan bangsa ini. Bangsa Indonesia. Bangsa yang dipenuhi heterogen kehidupan. Mulai dari keberagaman budaya, tradisi, suku, hingga keberagaman agama yang berhegemoni di dalamnya.
Saya pernah bertemu dengan seorang berkeyakinan Budha, Chinise. Kami berbicara banyak hal, berukar pikiran tentang bisnis. Dan saya dapati bahwa apa yang ia sampaikan dan ia katakan tak satupun yang melenceng dari nilai-nilai Al Qur’an.

Juga pernah bertemu dengan seorang Atheis, dia bercerita tentang tokoh-tokoh yang menginspirasi hidupnya. Ada Mahatma Gandhi, Confusious, Muhammad, Jesus, Zarathustra, Soekarno, Bunda Theresa. Hanya yang membuat saya tersenyum adalah ketika saya bertanya, “Di bagian mana-nya Anda mendapatkan inspirasi dari mereka?” Dan jawabannya tak jauh dari nilai-nilai Al Qur’an.

Kamis, 27 Januari 2011

Berbenah Diri Untuk Penghafal Al Qur’an

Oleh : Dr. Anas Ahmad Kurzun

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menjamin kemurnian Al-Qur`ân telah memudahkan umat ini untuk menghafal dan mempelajari kitab-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan para hamba-Nya agar membaca ayat-ayat-Nya, merenungi artinya, dan mengamalkan serta berpegang teguh dengan petunjuknya. Dia Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan hati para hamba yang shalih sebagai wadah untuk memelihara firman-Nya. Dada mereka seperti lembaran-lembaran yang menjaga ayat-ayat-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Sebenarnya, Al-Qur`ân itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zhalim …”[al-Ankabût/29:49].

Dahulu, para sahabat Radhiyallahu ‘anhum yang mulia dan Salafush-Shalih, mereka berlomba-lomba menghafal Al-Qur`ân, generasi demi generasi. Bersungguh-sungguh mendidik anak-anak mereka dalam naungan Al-Qur`ân, baik belajar maupun menghafal disertai dengan pemantapan ilmu tajwid, dan juga mentadabburi yang tersirat dalam Al-Qur`ân, (yaitu) berupa janji dan ancaman.

Berikut ini adalah nasihat yang disampaikan oleh Dr. Anas Ahmad Kurzun, diangkat dari risalah beliau Warattilil Qur’ana Tartila yakni menyangkut metode, sebagai bekal dalam meraih kemampuan untuk dapat menghafal Al-Qur`ân secara baik.

Karena, sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah : Bahwasanya dahulu, para salaf mewasiatkan agar betul-betul memperbagus dan memperbaiki amalan (membaca dan menghafal Al-Qur`ân, Red.) Bukan hanya sekedar memperbanyak (membaca dan menghafalnya, Red.) karena amalan yang sedikit disertai dengan memperbagus dan memantapkannya, itu lebih utama daripada amalan yang banyak tanpa disertai dengan pemantapan. (Lihat Risalah Syarah Hadits Syadad bin Aus, karya Ibnu Rajab, hlm. 35).

Selasa, 18 Januari 2011

Misteri Ka'bah yang Menggegerkan NASA


Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya?”
Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berujung), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Rabu, 03 November 2010

Selasa, 02 November 2010 Penyakit Dan Obat Pada Lalat

Nabi Bersabda, "Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya." (HR. Bukhari, Ibn Majah, dan Ahmad)

Dalam riwayat lain: "Sungguh pada salah satu sayap lalat ada racun dan pada sayap lainnya obat, maka apabila ia mengenai makananmu maka perhatikanlah lalat itu ketika hinggap di makananmu, sebab ia mendahulukan racunnya dan mengakhirkan obatnya" (HR. Ahmad, Ibn Majah)

Diantara mu'jizat kenabian Rasulullah dari aspek kedokteran yang harus ditulis dengan tinta emas oleh sejarah kedokteran adalah alat pembuat sakit dan alat pembuat obat pada kedua sayap lalat sudah beliau ungapkan 14 abad sebelum dunia kedokteran berbicara. Dan penyebutan lalat pada hadits itu adalah bahwa air tetap suci dan bersih jika dihinggapi lalat yang membawa bakteri penyebab sakit kemudian kita celupkan lalat tersebut agar sayap pembawa obat (penawarnya) pun tercelup ke air.

Senin, 25 Oktober 2010

Bencana Alam: Kesalahan Manusia atau “Kemarahan” Tuhan ?

Bencana alam seolah masih saja terus berlanjut dan mengancam setiap jiwa yang hidup di negeri ini serta di banyak belahan negara yang lain. Bentuk dari bencana tersebut bisa kita lihat dari banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, gunung meletus, gempa bumi dan masih banyak jenis bencana alam yang lain. Terbaru adalah gempa yang terjadi tadi malam di kawasan Mentawai, Sumatera Barat.

Dari berbagai jenis bencana tersebut diatas saya mencoba mengelompokan sebab dan siapa yang menciptakan terjadinya bencana tersebut :

1. Bencana karena Kesalahan Manusia


Bentuk bencana alam ini merupakan bencana alam yang disebabkan oleh ulah manusia. Jenis bencana ini misalnya banjir bandang, tanah longsor, kebakaran hutan, dan lain-lain. Bentuk bencana alam ini secara jelas bermula dari kesalahan manusia. Contohnya banjir, hampir semua penyebab terjadinya banjir bisa dipastikan dan kemungkinan besar pasti akibat kesalahan manusia. Bentuk kesalahan manusia tersebut misalnya; membuang sampah sembarangan, penebangan hutan yang meraja lela tanpa melihat keseimbangan alam, pembangunan infrastruktur yang buruk, dan masih banyak lagi sebab-sebab yang lain yang semuanya adalah kesalahan manusia.

Jumat, 22 Oktober 2010

Karekteristik Ayah

Oleh: Rudy Himawan

Seorang Muslim sudah semestinya memikirkan masa depan dengan melakukan invesment -bukan dengan stock portofolio, 401K, rumah ataupun saving account, tetapi dengan shodaqoh jariyah, menyebarkan ilmu yang bermanfaat, dan membina anak yang sholeh/-ah. Ketiga aktivitas ini ternyata tercakup dalam proses pendidikan anak dan apalagi Alhamdulillah banyak diantara kita yang telah dikaruniai anak, sehingga saya tergerak untuk merangkum 6 karakteristik kepribadian seorang ayah idaman.
1. Keteladanan

Suatu pagi, saya terperanjat ketika melihat cara putriku memakai sepatunya. Ia langsung memasukkan kakinya ke dalam sepatu tanpa melepas talinya. Rupanya selama ini ia memperhatikan bagaimana cara saya memakai sepatu. Karena malas membuka simpul tali sepatu, sering kali saya langsung memakainya tanpa membuka dan mengikat simpul tali sepatu. Saya berusaha melarangnya dengan memberikan penjelasan bhw cara memakai sepatu seperti itu bisa mengakibatkan sepatu cepat rusak. Namun hasilnya nihil. Ini merupakan satu contoh nyata bhw anak, terutama pada usia dini, mudah sekali mencontoh orangtuanya. Tidak perduli apakah itu benar atau salah. Nasehat kita tidak ada manfaatnya, jika kita tetap melakukan apa yang kita larang.

Senin, 18 Oktober 2010

Menjauhi Kekufuran Sosial

REPUBLIKA.CO.ID. "Kefakiran dapat berpotensi pada kekufuran." Demikian di antara pesan moral yang sering kita dengar atau bahkan kita ucapkan. Meskipun diyakini para ahli hadis bahwa kalimat itu tidak termasuk qaul Nabi SAW, ia memiliki substansi pesan yang baik, paling tidak untuk direnungkan.

Kekufuran kini telah mengambil tempat yang semakin membahayakan. Ia merupakan satu dari sekian banyak penyakit sosial yang sering mengganggu kehidupan, merusak kebersamaan, dan bahkan tidak jarang muncul dalam wujud tindak kekerasan. Kekerasan pun pecah di banyak tempat. Secara sosial ataupun material, kekerasan kini telah melewati batas toleransi. Padahal, jika ditelusuri, sumber penyebabnya sangat sederhana.

Potret kesederhanaan yang menjadi sumber kekerasan itu dapat kita lihat dalam sejumlah tragedi sosial, seperti tawuran antarwarga, bentrok antarpemuda, atau saling lempar antarmahasiswa, yang kesemuanya hanya berakar pada persoalan yang tidak seberapa. Tragedi berdarah itu lalu pecah hanya karena masing-masing pihak tidak sanggup menahan diri.

Senin, 27 September 2010

Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA. Membaca judul diatas, tentu banyak orang yang akan mengernyitkan dahi, sebagai tanda ketidakpercayaannya. Bahkan, mungkin demikian pula dengan Anda. Sebab, Nabi Sulaiman AS adalah seorang utusan Allah yang diberikan keistimewaan dengan kemampuannya menaklukkan seluruh makhluk ciptaan Allah, termasuk angin yang tunduk di bawah kekuasaannya atas izin Allah. Bahkan, burung dan jin selalu mematuhi perintah Sulaiman.

Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts, dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, Nabi Sulaiman diperkirakan hidup pada abad ke-9 Sebelum Masehi (989-931 SM), atau sekitar 3.000 tahun yang lalu. Sementara itu, Candi Borobudur sebagaimana tertulis dalam berbagai buku sejarah nasional, didirikan oleh Dinasti Syailendra pada akhir abad ke-8 Masehi atau sekitar 1.200 tahun yang lalu. Karena itu, wajarlah bila banyak orang yang mungkin tertawa kecut, geli, dan geleng-geleng kepala bila disebutkan bahwa Candi Borobudur didirikan oleh Nabi Sulaiman AS.

Candi Borobudur merupakan candi Budha. Berdekatan dengan Candi Borobudur adalah Candi Pawon dan Candi Mendut. Beberapa kilometer dari Candi Borobudur, terdapat Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Plaosan, dan lainnya. Candi-candi di dekat Prambanan ini merupakan candi Buddha yang didirikan sekitar tahun 772 dan 778 Masehi.

Lalu, apa hubungannya dengan Sulaiman? Benarkah Candi Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang hebat dan agung itu? Apa bukti-buktinya? Benarkah ada jejak-jejak Islam di candi Buddha terbesar itu? Tentu perlu penelitian yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak untuk membuktikan validitas dan kebenarannya.

Selasa, 21 September 2010

Menguatkan Komitmen pada Alquran

REPUBLIKA.CO.ID, "Allah telah menurunkan sebaik-baik perkataan, yaitu Alquran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang; gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian kulit dan hati mereka menjadi tenang pada waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun yang mampu memberikan petunjuk kepadanya." (QS az-Zumar [39]: 23)

Begitulah Allah menjadikan Alquran sebagai rujukan kaum Muslimin dalam meniti hidup. Guna mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Selain itu, Alquran juga menjadi obat (penawar) bagi penyakit hati, yang terus mewabah di tengah masyarakat modern. (QS Al-Israa [17]: 72).

Karena itu, setiap Muslim hendaknya menguatkan kembali komitmen kepada Alquran. Mengimani, membenarkan, mencintai, menghormati, dan mengagungkannya. Setiap saat, seorang Muslim hendaknya terus berkomitmen mengamalkan Alquran. Untuk itu, diperlukan langkah padu dan konsisten agar komitmen ini terus terjaga. Sedikitnya ada lima langkah yang perlu dilakukan.

Meski Serupa, Alquran Tak Sama Dengan Teks Agama Lain

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA. Jika, para orientalis abad ke-19 memahami Alquran sebagai kumpulan imitasi/tiruan dari teks-teks pra-Islam, Anglika Neuwirth, Nicolai Sinai, Michael Marx, dan Dirk Hartwig kebalikannya. Mereka memosisikan Alquran dalam penelitian seobjektif mungkin. Kesimpulannya Alquran bukanlah `teks epigonik', yang merupakan hasil imitasi beberapa teks lain dari tradisi praIslam.

Alquran, ditegaskan mereka, walaupun dalam beberapa kasus memiliki paralelitas dan kemiripan dengan teks-teks lain, namun 'independensinya' tetap terjaga. Hal itu terlihat dari karakteristik dari Alquran dan dinamikanya, baik dari segi bahasa maupun isi.

Neuwirth pun membandingkan salah satu surat di Alquran yakni al-Rahman dengan di kitab Zabur. Menurut dia, walaupun kedua teks tersebut memiliki paralelitas/interseksi, namun tetap Alquran memiliki gaya sendiri dalam struktur sastra dan spirit, bahkan lebih spesifik dalam hal isi dan pesan (Neuwirth 2008:157-189).

Selasa, 14 September 2010

Gaza Wisuda 24 Ribu Hafidz Al-Qur'an, Terkecil Pecahkan Rekor 9 Bulan

Jumlah penduduknya hanya 1,5 juta orang. Namun demikian, Gaza selalu melahirkan ribuan huffadz baru setiap bulan. Di tengah blokade dan intimidasi Zionis, remaja-remaja Palestina di Gaza telah menorehkan prestasi yang luar biasa dalam mempelajari dan menghafalkan Al-Qur'an.

24 Ribu Hafidz

Sebanyak 24 ribu hafidz Al-Qur'an diwisuda bersama pada Ahad lalu (12/9). Mereka diharapkan menjadi muslim pejuang Palestina yang selalu dekat dengan Al-Qur'an dan menjadikannya sebagai sumber nilai perjuangan.

”Daarul Quran telah mengeluarkan para huffazh dari berbagai tenda-tenda penghafalan Al Quran yang dinamakan Taajul Waqaar. Kelak para huffazh Al-Qur'an inilah yang akan memelihara dan melindungi Palestina dari penjajahan Israel selama ini. Palestina tidak dibebaskan melalui harta atau sogokan politik yang datang dari berbagai penjuru.... ” tegas Dr Ahmad Bahar, Wakil Ketua Dewan Legislatif Palestina dalam sambutan pada wisuda ini.

Selasa, 07 September 2010

Jutaan Umat Islam Ikuti Khataman Alquran di Masjidil Haram

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH. Sekitar tiga juta umat Islam menghadiri sholat di Masjidil Haram, Makkah, dan Masjid Nabi di Madinah dengan bacaan surat Alquran sekaligus khataman, Selasa (7/9) waktu setempat. Imam yang memimpin sholat itu meminta umat Islam untuk memperkuat ukhuwah.

Jamaah yang menunaikan ibadah di Masjidil Haram meluber hingga ke halaman luar dan jalan-jalan di sekitar komplek masjid yang paling disucikan umat Islam tersebut. Selain melakukan sholat malam, jamaah itu juga ada yang menjalankan umrah dan sholat taraweh. Penjaga Dua Masjid Suci atau pihak kerajaan Saudi telah mempersiapkan segala hal untuk menyambut jamaah yang sangat banyak itu. Setidaknya, sebanyak 30 ribu karpet telah dihamparkan di tiga lantai Masjidil Haram.

Walikota Makkah, Osama Al-Bar berusaha menjaga kebersihan, kesehatan, memantau harga-harga barang di toko, restauran, dan memindahkan sampah dari kota Makkah.

Senin, 23 Agustus 2010

Nuzulul Qur'an Menurut Berbagai Madzhab

Nuzulul Qur'an (turunnya Al-Qur'an) adalah hal yang sangat istimewa bagi umat Islam. Sebagaimana Al-Qur'an merupakan rahmat agung bagi umat ini, nuzulul Qur'an juga merupakan rahmat besar bagi umat ini.

Mayoritas umat Islam di Indonesia berpendapat nuzulul Qur'an jatuh pada tanggal 17 Ramadhan. Bahkan banyak pula yang mengadakan acara khusus untuk memperingati nuzulul Qur'an setiap tahunnya.

Di dalam Al-Qur'an, nuzulul Qur'an difirmankan Allah SWT dalam tiga ayat berikut ini:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (QS. Al-Baqarah:185)

Selasa, 10 Agustus 2010

Di Eropa Al Qur’an Paling Laris

Dakwatuna.Com. Meskipun genderang perang terhadap kesucian Islam ditabuh secara meluas di negara-negara Eropa, baik secara personal, maupun lembaga, terutama terhadap kesucian Al Qur’an, yang terbaru adalah film “Fitna” di Belanda. Namun penodaan itu tidak berpengaruh terhadap orang-orang di Barat untuk membaca dan menela’ah Al Qur’an. Al Qur’an tetap menjadi buku terlaris di Eropa.

Surat Kabar di Belanda “De Telegraaf” menyatakan bahwa penggunaan mushhaf Al Qur’an Elektronik meningkat tajam, sebagai bukti perhatian mereka terhadap Kitab Suci umat Islam. Mereka juga menolak penodaan terhadap Islam dan umatnya.

Lebih lagi setelah diadakannya kegiatan dialog terbuka bersama para pemikir, pegiat media massa di Belanda. Dialog itu menegaskan bahwa “Al Qur’an adalah Kitab ibadah dan hidayah, sedangkan penyitiran ayat oleh pembuat film “Fitna” keluar dari kaidah yang benar.”

Gaza akan Mewisuda 12 Ribu Penghafal Al-Qur’an

Dakwatuna.Com – Gaza, Hampir 12 ribu penghafal al-Qura di Jalur Gaza, setelah mereka menyelesaikan tahap akhir pemantapan selama 60 hari selama berturut-turut. Mereka tersebar pada ratusan pusat penghafal tahfidz Al-Qur’an di Gaza. Termasuk kamp-kamp pengungsian yang dijadikan halaqah-halaqah hifdzil Qur’an. Mereka menamakan halaqah-halaqah tersebut “Generasi Qur’ani Untuk Al-Aqsha” yang berada di bawah pembiayaan pemerintah Palestina pimpinan Ismael Haneya dan langsung dibawah pengawasan departemen waqaf dan urusan agama Palestina.

Halaqah-halaqah ini mendapat sambutan luar biasa dari warga. Mereka berlomba-lomba mendaftarkan anak-anaknya pada halaqah tersebut, hingga banyak diantara para perserta yang ditolak, karena tempatnya sudah tak menampung lagi.

Sukses Besar

Sementara itu, Dr. Thalib Abu Syaer, menteri waqaf dan urusan agama Palestina mengatakan, kami sedang berupaya mewisuda sejumlah penghafal Al-Qur’an, setelah sebelumnya sukses selama beberapa tahun terakhir dan tentu kami merasa bangga.

Pengin cari artikel lainnya...?!?