"Belajarlah terus, karena bisa saja ilmu yang kita miliki sudah kadaluarsa atau bahkan salah. Belajarlah sampai akhir hayat."
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2011

Menag: Perlu Dihidupkan Lagi Budaya Mengaji Setelah Shalat Maghrib

REPUBLIKA.CO.ID,PALANGKARAYA--Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan, budaya maghrib mengaji di kalangan masyarakat perlu dihidupkan kembali, sebab saat ini kebiasaan umat muslim tersebut sudah mengalami penurunan.

"Kebiasaan maghrib mengaji sudah mulai hilang di kalangan masyarakat, khususnya bagi para remaja. Kalau dulu biasanya orang tua selalu menyuruh anaknya membaca AlQuran usai melaksanakan ibadah maghrib," katanya di Palangka Raya, Sabtu.
Ia mengatakan, pihaknya sudah mencanangkan "Gerakan Maghrib Mengaji" atau disingkat "Gemar Mengaji", dengan melalukan sosialisasi kepada masyarakat untuk kembali melaksanakan budaya tersebut.

Menurutnya, melalui Gemar Mengaji setiap maghrib anak-anak diajak untuk mengaji dan menyimak Al Quran dan kandungannya. Langkah tersebut diyakini akan mampu menciptakan generasi yang penuh kasih sayang, hormat menghormati, berbudi pekerti tinggi sebagaimana nilai-nilai yang diajarkan dalam Alquran.

Selasa, 14 Juni 2011

Cintai produk lokal melalui gerakan "Beli Indonesia!"

Para pengusaha Indonesia yang tergabung dalam Indonesian Islamic Business Forum meluncurkan gerakan "Beli Indonesia!" untuk menghindari dominasi produk asing di pasar.

Presiden IIBF Heppy Trenggono mengatakan berbagai sektor ekonomi di Indonesia saat ini sudah dikuasai asing, a.l teknologi, farmasi, dan tekstil.

“Untuk ketiga sektor tersebut hampir 90% dikuasai pasar asing,” ungkapnya.

Heppy mengatakan gerakan Beli Indonesia! akan diwujudkan melalui beberapa program.

“Kami akan melakukan pendataan produk untuk mengumpulkan data base produk asli Indonesia,”
ujarnya.

Refleksi Mualaf Lucy Bushill-Mathews: Kita Tak Bisa Memaksa Orang untuk Masuk atau Keluar dari Islam

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Lucy Bushill-Matthews, Muslimah mualaf dan ibu dari tiga orang anak, membawa khazanah baru dalam dunia Islam. Ia wanita berpendidikan, dan gemar menulis. Beberapa tulisannya dibukukan, yang terbaru tentang hal-hal keseharian menjadi Muslimah, yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Lentera Hati menjadi "AKU SEORANG MUSLIMAH MUALLAF: Kisah Lucu dan Sedih Menjadi Muslimah di Tanah Eropa".

Kepada Majalah Wanita Emel, dia menuliskan refleksinya tentang pilihan berislam. Berikut ini buah pikirannya:

Berita terbaru adalah tentang bersyahadatnya Lauren Booth, ipar Tony Blair. Muslim hampir secara universal gembira bahwa 'saudara perempuan' lain telah memilih untuk memeluk Islam. Walau diakui Booth: banyak yang suka, banyak pula yang tak suka dengan pilihannya.

Alquran menjunjung tinggi prinsip: "Tak ada paksaan dalam menganut Islam." (2:256) Pasal 18 dari Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia 1948 menyatakan: "Setiap orang berhak atas kebebasan berpikir, mengikuti hati nurani dan tuntunan agama." Hal ini termasuk kebebasan untuk memilih agama, kebebasan untuk memilih bagaimana untuk menjalani hidup kita dengan iman sebagai kompas penuntun, kebebasan untuk membesarkan anak-anak kita dalam kerangka itu, dan - dari sudut kontroversial - kebebasan meninggalkan agama itu.

Minggu, 22 Mei 2011

Demi Menemukan Islam, Anna Stamou Rela Jadi "Pasien" Para Filsuf

Salah satu penghargaan terkemuka Muslim internasional di Eropa baru-baru ini diberikan kepada seorang wanita Yunani. Manajer humas dari Asosiasi Muslim Yunani, Anna Stamou, dianggap sebagai satu dari 10 wanita Muslim dengan pengaruh yang besar dan yang paling positif di Eropa.

Penggagas penghargaan, adalah European Muslim Professionals Network (CEDAR), yang didukung oleh Institute of Strategic Dialogue, atau dikenal juga dengan nama “Three Club”. Seremonial pemberian penghargaan dilakukan akhir tahun lalu di Madrid, Spanyol.

Tak banyak yang tahu, enam tahun yang lalu ia adalah seorang mualaf. Ia menemukan Islam setelah bergulat dengan kegelisahan dirinya.

"Pencarian saya telah lama, saya selalu mencari jawaban. Dalam pencarian saya tentang kebenaran, aku tidak bisa mendapatkan jawaban yang memuaskan,"
ujarnya, tentang perjalanan batinnya.

Senin, 02 Mei 2011

Beragama dengan Hati

Oleh: Prof Dr KH Said Aqiel Siradj

Kedatangan Rasulullah yang membawa risalah Islam selama 23 tahun terbukti mampu meredam kefanatikan kabilah di jazirah Arab hingga menjadi "ghirah Islam". Masyarakat Arab kala itu menjadi malu menyebutkan kabilahnya hingga membuang fanatisme kabilah.

Setelah Rasulullah wafat, situasi ideal tersebut berangsur menurun. Konflik politik di kalangan sahabat hingga munculnya dinasti-dinasti Islam terus menyeruak. Saat itulah, terjadi al-fitnah al-kubra, malapetaka besar yang membuat umat Islam terkotak-kotak dalam berbagai partai dan golongan (hizb wa al-firqah).

Di tengah situasi biasnya kebenaran, ada generasi tabiin yang mampu berpikir jernih yang dipelopori oleh Imam Hasan al-Basri, Sufyan al-Tsauri, hingga Abu Hasan al-Asy'ari dan Abu Manshur al-Maturidi. Mereka lebih memilih kehidupan batin.

Begitulah para sufi muncul demi menggemakan keteduhan dan kedamaian bagi masyarakat. Ya, tasawuf dan Islam adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan sebagaimana halnya nurani dan kesadaran tertinggi yang juga tidak dapat dipisahkan dari Islam. Islam merupakan suatu kesadaran abadi yang bermakna penyerahan diri dan ketertundukan (al-inqiyad).

Kamis, 12 Agustus 2010

PUASA DAN KECERDASAN SPIRITUAL DAN EMOSIONAL

Allah swt menganugerahi setiap manusia nafsu dan dorongan syahwat serta memperindah hal itu dalam dirinya (QS. [3]: 14), agar menjadi pendorong utama “memelihara diri” dan “memelihara jenis”. Dari keduanya lahir aneka dorongan, seperti memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan, keinginan untuk memiliki, dan hasrat untuk menonjol. Semuanya berhubungan erat dengan dorongan (fithrah) memelihara diri, sedangkan dorongan seksual berkaitan dengan upaya manusia memelihara jenisnya.

Setan seringkali juga memperindah hal-hal tersebut pada diri manusia, guna melengahkan manusia dari tugas kekhalifaan. Seks, jika diperindah setan, maka ia dijadikan tujuan. Cara dan dengan siapapun, tidak lagi diindahkan. Kecintaan kepada anak, jika diperindah setan maka subyektivitas akan muncul. Bahkan, atas nama cinta, orang tua membela anaknya walau salah. Harta jika dicintakan setan, maka manusia akan menghalalkan segala cara untuk memperolehnya. Dia akan menumpuk dan menumpuk serta melupakan fungsi sosial dari harta itu.

Dengan berpuasa kita menyadari hal tersebut dan ini pada gilirannya menghiasi diri kita dengan kecerdasan spiritual dan emosional.

Kecerdasan spiritual melahirkan iman serta kepekaan yang mendalam. Fungsinya mencakup hal-hal yang bersifat supranatural dan religius. Inilah yang menegaskan wujud Tuhan, melahirkan kemampuan untuk menemukan makna hidup, serta memperhalus budi pekerti, dan dia juga yang melahirkan mata ketiga atau indra keenam bagi manusia.

Rabu, 07 Juli 2010

Mike Tyson Menangis di Tanah Suci

VIVAnews. Mantan juara dunia tinju kelas berat, Mike Tyson menangis ketika mengunjungi Masjid Al-Nabawi di Madina, Arab Saudi. Tyson juga melakukan umrah di Mekah, Minggu 4 Juli 2010.

Tyson menginjak Tanah Suci untuk kali pertama pada Jumat 2 Juli 2010. Pria 44 tahun ini langsung melakukan sejumlah kegiatan, termasuk melakukan ibadah di Masjid Al-Nabawi. Sebagaimana yang dilansir Saudi Gazette, Senin 5 Juli 2010, Tyson tinggal di hotel dekat Masjid Al-Nabawi dan mendapat sambutan luar biasa dari fans.

Mantan petinju yang dijuluki 'Si Leher Beton' ini mendapat pengawalan ketat saat melakukan shalat Dzuhur. Dan Tyson mengaku mendapat pengalaman spiritual luar biasa selama di Arab Saudi.

Minggu, 13 Juni 2010

Malu Rasanya Bila tak Penuhi Panggilan Sholat

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA. Menteri Agama, Suryadharma Ali, mengingatkan umat Islam untuk merasa malu bila tak memenuhi panggilan Sholat wajib yang hanya sebanyak lima kali dalam sehari. Padahal, anugerah yang diberikan Allah SWT kepada umat begitu berlimpahnya.

Itulah pesan yang disampaikan Menag ketika memberikan sambutan pada tabligh akbar Badan Kontak Majlis Ta`lim (BKMT) di Bekasi, Senin (14/6). Acara Tablig Akbar tersebut diselenggarakan dalam rangkan Pekan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

''Hanya lima kali sehari Allah mengundang kita menghadap kepada-Nya. Malu rasanya kita, yang memperoleh anugerah-Nya yang tak terbilang, mengabaikan ajakan itu, apalagi salat merupakan kebutuhan kita sendiri. Malu pula rasanya apabila hanya pada saat-saat terdesak, pada saat cemas dan mengharap, kita baru berkunjung ke hadirat-Nya,'' katanya.

Selasa, 04 Mei 2010

Pendidikan Agama di Sekolah Perlu Dikaji

SOLO. Pengamat pendidikan Azyumardi Azra menilai pendidikan agama yang diterapkan di sekolah saat ini belum tepat. Pasalnya lebih mementingkan sisi kognitif dan mengesampingkan aspek afeksi, sehingga siswa lebih mementingkan nilai.

Selain itu, jumlah jam pelajaran yang diberikan di sekolah juga dipandang masih sangat sedikit dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya.

“Saat ini, jumlah jam pelajaran di sekolah sangat terbatas. Dan sistem pendidikan agama juga lebih menekankan masalah kognitif dari pada afeksinya. Ini terlihat pada tes agama yang berupa multiple choice, padahal seharusnya lebih tepat model isian,”
kata Azyumardi, saat memberikan sosialisasi penolakan terorisme di Ponpes Al Muayyad, akhir pekan lalu.

Rabu, 28 April 2010

Ibnu Miskawaih, Mendorong Pendidikan Sejak Dini

Pendidikan sejak dini bagi seorang anak akan membuat mereka kelak menjadi manusia yang baik.

Pendidikan bukanlah ranah asing bagi Ibnu Miskawaih. Ia telah lama bergelut di bidang tersebut walaupun lebih dikenal sebagai filsuf dan lekat dengan bidang etika. Maka, berserak pula uraian konsep-konsepnya tentang pendidikan.

Dalam salah satu karyanya, Tahdhib al-Akhlaq , cendekiawan Muslim asal Ray, Persia, ini menyatakan, pendidikan menunjukkan tugas dan kewajiban yang harus dilakukan orang dewasa, terutama orang tua kepada anak-anaknya.

Menurut Miskawaih, orang tua wajib memberikan pendidikan kepada anak-anaknya, yang berisi pengetahuan, moralitas, adat istiadat, dan perilaku yang baik. Langkah ini untuk mempersiapkan mereka agar menjadi manusia yang baik.

Rabu, 30 September 2009

Kiprah Ilmuwan Muslim di Gedung Putih


Republika Newsroom. Peran umat Islam di Gedung Putih tampaknya semakin diakui. Setelah mengangkat Dalia Mugahed, tokoh Muslimah Amerika Serikat (AS), sebagai penasihat bidang Timur Tengah dan dunia Muslim, Presiden Barack Obama juga mengangkat Ahmed Zewail, seorang ilmuwan Muslim terkemuka sebagai anggota Dewan Penasihat Sains dan Teknologi Kepresidenan (PCAST).

Zewail merupakan seorang ilmuwan Muslim besar di era modern. Betapa tidak, Zewail merupakan tokoh Muslim yang menyandang dua gelar guru besar sekaligus, yakni profesor ilmu kimia dan fisika pada California Institute of Technology atau Caltech, sebuah universitas riset terkemuka di dunia yang berada di Pasadena, California, AS.

Pengin cari artikel lainnya...?!?