Jalan dakwah adalah sebaik-baiknya jalan menuju surga. Seindah-indahnya
nuansa kehidupan. Sebagus-bagusnya teman menyempurnakan ketaatan. Jalan
dakwah adalah jalan yang memberikan begitu banyak tawaran pahala
menggiurkan dengan sejuta sensasi kebahagiaan.
Jalan dakwah sudah seharusnya dinikmati selayaknya menerima anugerah
kehidupan yang lain. Tak banyak orang yang berada di jalan ini. Dari
yang tak banyak itu kita mungkin salah satunya. Kenapa harus kita? Ya
memang harus kita, karena kita telah melakukan perjalanan yang jauh
dalam menggapai kesempatan untuk bisa berada dijalan ini. Karena kita
telah berikhtiar menjemput kesempatan dijalan ini dan ternyata ikhtiar
itu tak bertepuk sebelah tangan. Buktinya hari ini, hari sebelumnya dan
hari selanjutnya dan insya Allah hingga usia menempuh batas limitnya
kita tetap ada dijalan ini.
Jalan dakwah ini memang istimewa. Inilah jalan hidup yang telah dilalui
oleh manusia-manusia hebat sekelas para nabi, para sahabat, para tab’i
dan tabi’in. Para Shalafusshaleh dan orang-orang besar yang namanya
menyejarah hingga kini. Mereka menyejarah karena jalan dakwah yang
dilalui. Mereka dikenang karena kesungguhan niat untuk bertahan dijalan
ini. Kemudian dengan sangat bersemangat mereka meregenerasi pejuang
dakwah selanjutnya. Mereka sadar usia kehidupannya tak lama. Usia
kesempatan beramal yang sebentar harus diperlama dengan menghadirkan
manusia-manusia dakwah baru. Dengan hadirnya mereka niscaya
keberlangsungan dakwah dan tentunya amal kebaikan mereka akan selalu
ada.





