Solo (Soloraya Online) – 100 santriwan dan santriwati PPPA (Pondok pesantren Penghafal Al Qur’an) Rutan Solo di wisuda Menhumkam ”Saya bangga dan terharu teryata rumah tahanan ini dapat hidayah AlQur’an, banyak tahanan yang sekarang malah jadi santri-santri yang hebat, saya malah belum pernah di wisuda sebagai penghafal Al- Qur’an lho,” Ujar Patrialis Akbar, Menhumkam ( Menteri Hukum dan HAM) menyambut wisuda PPPA Rutan Solo Gladak.Sabtu (8/8)
Menhunkam berharap dengan di wisuda ini, para santriwan dan santriwati Rutan Solo ini selepas keluar dari tahanan ini akan menjadi suri teladan yang baik bagi masyarakat, apalagi para santri Rutan sudah di wisuda, harus benar-benar menjaga nama baik.
”Lebih –lebih semangat mencintai Al- Qur’an, tidak hanya menghafal tetapi juga harus mampu diamalkan sehari-hari,” kata Patrialis Akbar.
JAKARTA (voa-islam.com) – Berdasarkan ayat Bibel, seorang pemuka Kristen meramalkan kiamat akan jatuh pada hari Sabtu jam 6 sore, 21 Mei 2010. Jangan percaya, pasti meleset!!!
“Judgment Day May 21, 2011. The Bible Guarantees it!” (Hari Penghakiman akan tiba 21 Mei 2011. Alkitab (Bibel) Menjamin Kebenarannya!"
Demikian slogan yang tertera di halaman depan web radio yang meramalkan kiamat akan tiba beberapa hari lagi.
Sebuah ayat Bibel dijadikan dalil untuk menjustifikasi ramalannya.
“Blow the trumpet, warn the people” (Tiuplah sangkakala, peringatkan umat manusia),” demikian kutipan ayat Bibel yang dicomot dari Yehezkiel 33:3.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA. Silvia Lenteri, demikian kedua orang tuanya memberikan nama. Gadis keturunan Betawi-China ini terlahir dalam keluarga penganut Budha. Saat Silvia masih kecil, ibunya telah dipanggil Sang Pencipta. Sejak itu Silvia diasuh sementara oleh salah satu tantenya yang sudah menikah dengan seorang Muslim. Si tante juga memutuskan masuk islam.
Selama duduk di bangku sekolah dasar (SD) Silvia yang masih dalam pengasuhan tantenya dimasukkan ke Sekolah Dasar Negeri Cipayung 03 Pagi. Di sekolah umum itu hanya ada dua pilihan mata pelajaran agama, Islam dan Kristen.
“Sewaktu SD tidak ada pelajaran agama Budha", katanya.
"Karena tante saya seorang Muslim, maka saya pun diminta untuk mengikuti mata pelajaran Agama Islam," tutur Silvia
Selama enam tahun mau tak mau Silvia musti mengikuti pelajaran Agama Islam. Namun saat itu Silvia menganggapnya sekedar mata pelajaran biasa. Setelah lulus sekolah dasar dan melanjutkan ke bangku SMP, ia tetap pengikut Budha.
Silvia masuk ke salah satu SMP unggulan di Jakarta Timur. Ternyata di SMP, untuk mendapat nilai pelajaran agama ia harus mengikuti ujian bersama di salah satu wihara.
"Saya meminta nilai dari panitia penyelenggara untuk diberikan kepada sekolah,” tutur remaja 20 tahun ini.
Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata,
“Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya?”
Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.
Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berujung), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA. Kata-kata pemuda dalam Alquran diistilahkan dengan fatan, seperti firman Allah SWT pada surah al-Anbiya [21] ayat 60 tentang pemuda Ibrahim. "Mereka berkata, 'Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim'."
Bentuk jamak dari fatan adalah fityah (pemuda-pemuda), seperti kisah pemuda-pemuda Ashabul Kahfi pada
surah al-Kahfi [18] ayat 13. "Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya, mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk."
Dalam hadis, pemuda sering diistilahkan dengan kata-kata syaabun. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari, disebutkan bahwa di antara tujuh kelompok yang akan mendapatkan naungan Allah SWT pada hari ketika tak ada naungan, selain naungan-Nya, adalah
syaabun nasya'a fii 'ibaadatillaah (pemuda yang tumbuh berkembang dalam pengabdian kepada Allah SWT).
Bencana alam seolah masih saja terus berlanjut dan mengancam setiap jiwa yang hidup di negeri ini serta di banyak belahan negara yang lain. Bentuk dari bencana tersebut bisa kita lihat dari banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, gunung meletus, gempa bumi dan masih banyak jenis bencana alam yang lain. Terbaru adalah gempa yang terjadi tadi malam di kawasan Mentawai, Sumatera Barat.
Dari berbagai jenis bencana tersebut diatas saya mencoba mengelompokan sebab dan siapa yang menciptakan terjadinya bencana tersebut :
1. Bencana karena Kesalahan Manusia
Bentuk bencana alam ini merupakan bencana alam yang disebabkan oleh ulah manusia. Jenis bencana ini misalnya banjir bandang, tanah longsor, kebakaran hutan, dan lain-lain. Bentuk bencana alam ini secara jelas bermula dari kesalahan manusia. Contohnya banjir, hampir semua penyebab terjadinya banjir bisa dipastikan dan kemungkinan besar pasti akibat kesalahan manusia. Bentuk kesalahan manusia tersebut misalnya; membuang sampah sembarangan, penebangan hutan yang meraja lela tanpa melihat keseimbangan alam, pembangunan infrastruktur yang buruk, dan masih banyak lagi sebab-sebab yang lain yang semuanya adalah kesalahan manusia.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA. Air zamzam yang berlimpah merupakan mukjizat yang tidak bisa diingkari. Sejak masa Nabi Ibrahim AS hingga kini, mata air tersebut tidak pernah kering. Bagaimana sejarah air yang penuh keberkahan ini?
Imam Bukhori meriwayatkan:
"Nabi Ibrahim a'laihisalam membawa istri dan putranya Ismail yang masih menyusui ke Makkah kemudian singgah di bawah sebuah pohon tempat sumur zamzam sekarang ini. Kala itu tidak seorang pun yang tinggal di Makkah, tidak pula terdapat mata air.
Sebagai bekal, Nabi Ibrahim meninggalkan wadah berisikan kurma dan satu lagi berisikan air. Nabi Ibrahim beranjak pergi meninggalkan istri dan putranya di tempat itu. Istrinya kemudian mengikuti seraya berkata: "Wahai Ibrahim ke mana engkau pergi? Apakah engkau akan meninggalkan kami di tempat yang tidak berpenghuni ini dan tak ada sesuatu pun?"