"Belajarlah terus, karena bisa saja ilmu yang kita miliki sudah kadaluarsa atau bahkan salah. Belajarlah sampai akhir hayat."

Rabu, 26 Desember 2012

SOLO MENDONGENG II ”Sillaturahmi Akbar 20.000 santri TPQ serentak 7 kota Se Solo Raya"

Selasa 25 Desember 2012  di Solo Raya telah berkumpul generasi anak bangsa, 20.000 santri TPQ (Taman Pendidikan Al-Quran) mengadakan Sillaturahmi Akbar 20.000 santri TPQ serentak 7 kota di Solo Raya, adapaun 7 kota itu  meliputi Surakarta, Sragen, Karanganyar, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Sukoharjo. Acara ini adalah adalah yang kedua kalinya diadakan oleh Lembaga Koordinasi Gerakan Taman Pendidikan Al-Quran (LKG TPQ) Solo Raya dan Komunitas – BADKO TPQ , adapun yang pertama kali diadakan pada 25 Desember 2011 tahun lalu yang jumlah santri TPQ ada 8000 bertempat di Auditorim UNS Surakarta. Untuk tahun ini peserta meningkat 2 kali lipat lebih, dari 8000 santri menjadi 20.000 santri TPQ.

Photobucket

Photobucket
Gendung MTA Mangkunegaran bersama  3000 santri TPQ / solo.

Menyelamatkan Aqidah 20.000 Santri se-Solo Raya

Selasa 25 Desember 2012  di Solo Raya telah berkumpul generasi anak bangsa, 20.000 santri TPQ (Taman Pendidikan Al-Quran) mengadakan Sillaturahmi Akbar 20.000 santri TPQ serentak 7 kota di Solo Raya, adapaun 7 kota itu  meliputi Surakarta, Sragen, Karanganyar, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Sukoharjo. Acara ini adalah adalah yang kedua kalinya diadakan oleh Lembaga Koordinasi Gerakan Taman Pendidikan Al-Quran (LKG TPQ) Solo Raya dan Komunitas – BADKO TPQ , adapun yang pertama kali diadakan pada 25 Desember 2011 tahun lalu yang jumlah santri TPQ ada 8000 bertempat di Auditorim UNS Surakarta. Untuk tahun ini peserta meningkat 2 kali lipat lebih, dari 8000 santri menjadi 20.000 santri TPQ.

Untuk sillaturahmi akbar santri TPQ kita beri nama SOLO MENDONGENG dengan tema acara INDAHNYA KEBERSAMAAN. Konsep acara meliputi sillaturahmi, mendengarkan dongeng / cerita dari master dongeng (Persaudaraan Pendongeng Islam Indonesia) dilanjutkan dengan pembagian door prize Sepeda, HP, meja belajar, dll.  dan ditutup dengan penggalangan dana untuk Gaza, santri TPQ peduli Gaza dan  Alhamdulillah telah terkumpul  Rp 5.798.400.

Jalan Dakwah, Seindah-indahnya Nuansa Kehidupan

Jalan dakwah adalah sebaik-baiknya jalan menuju surga. Seindah-indahnya nuansa kehidupan. Sebagus-bagusnya teman menyempurnakan ketaatan. Jalan dakwah adalah jalan yang memberikan begitu banyak tawaran pahala menggiurkan dengan sejuta sensasi kebahagiaan.
Jalan dakwah sudah seharusnya dinikmati selayaknya menerima anugerah kehidupan yang lain. Tak banyak orang yang berada di jalan ini. Dari yang tak banyak itu kita mungkin salah satunya. Kenapa harus kita? Ya memang harus kita, karena kita telah melakukan perjalanan yang jauh dalam menggapai kesempatan untuk bisa berada dijalan ini. Karena kita telah berikhtiar menjemput kesempatan dijalan ini dan ternyata ikhtiar itu tak bertepuk sebelah tangan. Buktinya hari ini, hari sebelumnya dan hari selanjutnya dan insya Allah hingga usia menempuh batas limitnya kita tetap ada dijalan ini.
Jalan dakwah ini memang istimewa. Inilah jalan hidup yang telah dilalui oleh manusia-manusia hebat sekelas para nabi, para sahabat, para tab’i dan tabi’in. Para Shalafusshaleh dan orang-orang besar yang namanya menyejarah hingga kini. Mereka menyejarah karena jalan dakwah yang dilalui. Mereka dikenang karena kesungguhan niat untuk bertahan dijalan ini. Kemudian dengan sangat bersemangat mereka meregenerasi pejuang dakwah selanjutnya. Mereka sadar usia kehidupannya tak lama. Usia kesempatan beramal yang sebentar harus diperlama dengan menghadirkan manusia-manusia dakwah baru. Dengan hadirnya mereka niscaya keberlangsungan dakwah dan tentunya amal kebaikan mereka akan selalu ada.

Senin, 28 November 2011

Keutamaan Bulan Muharram

Momentum Muharram sungguh sangat berharga untuk kita lewatkan, olehnya mari kita sejenak mengkaji Keutamaan Bulan Muharram yang disebutkan dalam Al-Quran maupun Al-Hadits. Diantara keuatamaan bulan Muharram adalah:

(1) Bulan Muharam merupakan salah satu bulan haram. Allah SWT berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, (QS. At-Taubah : 36)


Dalam ayat di atas disebutkan bahwa ada dua belas : mulai dari bulan Muharam yang insya Allah akan tiba besuk malam, hingga bulan Dzulhijjah. Diantara dua belas bulan itu ada empat bulan haram yaitu bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab.

Wisuda Bersama TPQ Se Sukoharjo

Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al Qur'an (BADKO TPQ) kabupaten Sukoharjo pada hari Ahad 27 November 2011,mengadakan wisuda bersama yang diadakan di pendopo Graha Satya Praja (Pendopo Kabupaten Sukoharjo).

Acara ini di selenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap santri santri TPQ yang telah menyelesaikan pembelajaran Iqro' sampai pada jilid 6 dan mampu membaca Al Qur'an,sebagai mana yang disampaikan oleh ketua panitia yang juga merupakan ketua BADKO kab Sukoharjo Hasman Budiadi. Beliau juga menyampaikan dalam laporannya bahwa acara ini diikuti oleh 6000 santri TPQ dari 12 kecamatan yang ada di kabupaten sukoharjo.

Dokumentasi Kegiatan

100 santri tahanan penghafal Al Qur’an di wisuda Menhumkan

Solo (Soloraya Online) – 100 santriwan dan santriwati PPPA (Pondok pesantren Penghafal Al Qur’an) Rutan Solo di wisuda Menhumkam ”Saya bangga dan terharu teryata rumah tahanan ini dapat hidayah AlQur’an, banyak tahanan yang sekarang malah jadi santri-santri yang hebat, saya malah belum pernah di wisuda sebagai penghafal Al- Qur’an lho,” Ujar Patrialis Akbar, Menhumkam ( Menteri Hukum dan HAM) menyambut wisuda PPPA Rutan Solo Gladak.Sabtu (8/8)

Menhunkam berharap dengan di wisuda ini, para santriwan dan santriwati Rutan Solo ini selepas keluar dari tahanan ini akan menjadi suri teladan yang baik bagi masyarakat, apalagi para santri Rutan sudah di wisuda, harus benar-benar menjaga nama baik.

”Lebih –lebih semangat mencintai Al- Qur’an, tidak hanya menghafal tetapi juga harus mampu diamalkan sehari-hari,” kata Patrialis Akbar.

Selasa, 04 Oktober 2011

Program Tahfidz Alquran di Padangpanjang Jadi Percontohan

REPUBLIKA.CO.ID, PADANGPANJANG - Program tahfidz Al Quran yang diterapkan mulai dari tingkat SLTP dan SLTA di Padangpanjang, Sumatera Barat, akan dijadikan percontohan sekolah-sekolah yang berada di naungan Kementerian Agama di seluruh Indonesia.
"Di sini (Padangpnjang) bisa diterapkan, minimal satu orang siswa bisa hafidz satu juz Al Quran per semester. Hal itu merupakan salah satu acuan dalam menjadikan Padangpanjang sebagai percontohan," kata Dirjen Mapenda Kementerian Agama, A Syaifudin, di Padangpanjang, Rabu.

Ia mengatakan, dalam menerapkan program tahfidz Al Quran, antara pemerintah dengan Kementerian Agama setempat harus bersinergi, sehingga bisa direalisasikan. "Dari pusat kita juga telah menyiapkan anggaran untuk pembinaan sekolah-sekolah madrasah swasta, karena di jajaran kementerian agama cukup banyak sekolah swasta dengan jumlah sekitar 92,4 persen, sedangkan sekolah negeri hanya 7,6 persen," jelasnya.

Selasa, 23 Agustus 2011

Penetapan Idul Fitri 1432 H Berpotensi Berbeda

JAKARTA -- Perbedaan penetapan 1 Syawal 1432 hijriah sebagai tanda masuknya hari Idul Fitri berpotensi mengalami perbedaan. Kondisi ini dipicu penggunaan kriteria hilal yang barbeda sebagai acuan penetapan awal Syawal.

Peneliti senior Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan, perayaan 1 Syawal 1432 H, umat Islam yang menggunakan kriteria wujudul hilal dipastikan Idul Fitri jatuh pada 30 Agustus 2011. Sedangkan kalangan yang menggunakan visibilitas hilal (imkan rukyat), besar kemungkinan berhari raya pada 31 Agustus 2011.

Dijelaskan, ketinggian bulan pada 29 Agustus kurang dari dua derajat sehingga tak memungkinkan hilal terlihat dengan mata telanjang. Sementara, batas bulan menurut kriteria tersebut mesti berada di atas dua derajat."Jadi ada potensi berbeda," kata Thomas di Jakarta, Senin 22 Agustus.

Rabu, 10 Agustus 2011

Dari Bekas Gereja, Komunitas Muslim Inggris Promosikan Islam

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Selain rumah, komunitas Islam Inggris juga memanfaatkan bangunan lain guna dijadikan Masjid. Kondisi itu mendesak dilakukan guna mengakomodasi pertumbuhan populasi komunitas Muslim.

Pakar Arsitektur Islam Alia Raffia Ullah mengatakan komunitas Muslim Inggris sengaja memiliki bangunan yang lebih besar seperti bioskop, pabrik atau gudang sebagai alternatif selain rumah. Tak jarang, bekas bangunan Gereja yang tidak terpakai dikonversi menjadi masjid.

"Tahun 1970-an dan 1980-an, jumlah gereja di Inggris mencapai taraf berlebihan. Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah gereja yang terlantar," kata dia islamonline.net, Senin (8/8).

Kendati tidak melanggar hukum, konversi gereja dan kapel oleh komunitas Muslim mendapat kritik partai-partai ekstrem kanan Inggris yang menentang status tempat ibadah suatu agama berubah. "Pertentangan ada, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa lantaran konversi yang dilakukan sudah memenuhi aturan," kata dia.

Senin, 08 Agustus 2011

Magnet Ramadhan > Fakta Ringannya Membaca Quran Dimana-mana

Cerita dari inspirator Bayu Gawtama ini begitu menggugah. Fakta bahwa Ramadhan menjadi magnet bagi siapapun, profesi apapun, untuk tilawah (membaca Quran) menghiasi bibir dan hati dengan ayat-ayat Nya.

Berikut Ceritanya:

Segera saya mencari pom bensin ketika kedap-kedip di dashboard seolah terus memaksa minta diisi. Pom bensin pun terlihat, “isi full mas…” saya diam, si mas petugas pom bensin hanya diam duduk membelakangi. Apa mungkin dia mengantuk di tengah terik begini, ketika sepi tidak ada pelanggan. “Mas, isi penuh ya…” kali ini volume suara saya perbesar sedikit, dan berhasil. “Eh maaf, pak…” dia meletakkan sesuatu dari tangannya di atas kotak merah tempat penyimpanan uang. Akhirnya saya tahu apa yang membuat ia tak mendengar sapaan saya yang pertama, dan akhirnya saya seperti merasa bersalah dengan tekanan yang lebih tinggi pada sapaan yang kedua. Karena ternyata ia tak sedang tidur membelakangi saya, namun tengah khusyuk membaca Alqur’an.

Yang baru saja diletakannya itu alquran kecil ukuran saku, hati-hati sekali ia menyimpannya masih dalam keadaan terbuka namun posisinya tertelungkup. Mungkin ia menandakan bacaan yang terbaru untuk dilanjutkan kembali nanti setelah pelanggannya pergi. Sambil ia memasukkan selang pompa, saya masih sempat melihat gerakan bibirnya masih membaca lafaz tersisa, yang mungkin belum sempat ia selesaikan karena kedatangan saya. Saya segera membayar sejumlah uang untuk sejumlah bensin yang telah ia berikan, terdengar kata “Alhamdulillah…” darinya.

Renungan Ramadhan : Al Qur’an Dulu! Baru yang Lain (Ust. Rahmat Abdullah)

Membaca tausiyah dari syaikhut tarbiyah almarhum K.H. Rahmat Abdullah begitu menggetarkan jiwa. Dengan bahasa yang dalam dan kata-kata yang kuat mampu meluapkan emosi dan semangat para pembacanya. Yakinlah! Berikut salah satu kutipan tausiyah Ustadz Rahmat Abdullah:

"Bacalah Al-Qur’an, ruh yang menghidupkan, sinari pemahaman dengan sunnah dan perkaya wawasan dengan sirah, niscahya Islam itu terasa nikmat, harmoni, mudah, lapang dan serasi. Al-Qur’an membentuk frame berfikir. Al-Qur’an mainstream perjuangan. Nilai-nilainya menjadi tolak ukur keadilan, kewajaran, dan kesesuaian dengan karakter, fitrah dan watak manusia. Penguasaan outline-nya menghindarkan pandangan parsial juz’i. penda’wahannya dengan kelengkapan sunnah yang sederhana, menyentuh, aksiomatis, akan memudahkan orang memahami Islam, menjauhkan perselisihan dan menghemat energi umat.

Kamis, 04 Agustus 2011

Efek Puasa Terhadap Tubuh

Sumber: Republika

Selama berpuasa tubuh manusia menghasilkan energi dengan membakar sumber daya yang disimpan oleh tubuh. Simpanan ini terdiri dari lemak, karbohidrat dan gula sehingga menghasilkan energi.

Hati adalah organ yang paling berperan dalam proses ini. Hati mengubah lemak menjadi zat kimia yang disebut Keton tubuh berupa tiga senyawa larut dalam air yang kemudian digunakan sebagai sumber energi.

Justru tubuh mengambil banyak manfaat dari puasa. Detoksifikasi adalah salah satu manfaat terpenting dari puasa. Detoksifikasi terjadi saat usus besar, hati, ginjal, paru-paru, kelenjar getah bening dan kulit menghilangkan atau menetralkan racun.

Kekuatan Azan

Oleh: Ustad Arifin Ilham/Republika

Waktu bergerak dan terus berputar. Malam berganti dan siang kembali menjelang. Begitu seterusnya, hingga fase alam dunia ini berakhir. Tentu tidak ada yang bisa menahan gerak sunatulah-Nya ini.

"Sungguh dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berilmu." (QS Ali Imran [3]: 190).

Tiap kali terjadi pergantian dari malam ke siang atau sebaliknya, maka bagi mereka yang beriman kepada Allah, pasti akan menyambutnya dengan panggilan salat. Saat peralihan dari malam ke siang bukankah kita disambut dengan salat Subuh. Saat peralihan dari siang ke malam kita disambut dengan salat Zuhur, Asar, Maghrib dan Isya. Bahkan pada tengah malam saat penghuni bumi terlelap dalam tidurnya, mereka para perindu-Nya berdiri menegakkan salat, rukuk dan sujud kehadirat Allah Rabbul 'Izzah.

Badko TPQ Grogol adakan Pawai Syi’ar Ramadhan


Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al Qur’an (Badko TPQ) Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo akan mengadakan kegiatan ”Pawai Syi’ar Ramadhan 1432 Hijriyah Bersama TPQ se-Kecamatan Grogol”. Kegiatan yang akan diikuti oleh ribuan santriwan-santriwati dan ustadz-ustadzah TPQ se-kecamatan Grogol tersebut akan dimulai (start) dari lapangan ex. Atrium Solo Baru dan finish di Masjid An Nur Madegondo, Ahad (31/7) besok. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pada kesempatan tersebut, di antaranya: Pawai Syi’ar Islam, Pembagian Jadwal Imsakiyah, Posterisasi, dan diakhiri dengan Tabligh Akbar dengan menghadirkan Ustadz M. Natsir dari Keong Mas Surakarta.

Kegiatan ini selain untuk memeriahkan dan menyambut datangnya bulan Ramadhan 1432 Hijriyah, serta mengajak masyarakat umum untuk mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Mudah-mudahan kegiatan ini mampu menginspirasi dan memotivasi santriwan-santriwati dan ustadz-ustadzah TPQ pada khususnya dan masyarakat pada umumnya agar dapat menjadikan bulan Ramadhan sebagai Syahrut Tarbiyah (bulan pembinaan dan perbaikan diri). Hal ini sangat penting, karena sebentar lagi umat islam akan memasuki bulan Ramadhan, bulan dimana semangat untuk beribadah cenderung meningkat di banding bulan-bulan selainnya.


Sumber: Solopos

Badko TPQ Sukoharjo adakan Training ESQ


Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al Qur’an (Badko TPQ) Kabupaten Sukoharjo adakan kegiatan ”Training Emosional Spiritual Quetiont (ESQ)” di RM. Embun Pagi Sukoharjo, Ahad (24/7) kemarin. Kegiatan tersebut menghadirkan B.S. Wibowo, SKM, MARS, CPHR dari LMT TRUSTCO Jakarta. Kegiatan yang diikuti 80 peserta perwakilan Badko TPQ se-Kabupaten Sukoharjo dan Pengurus Badko TPQ Kabupaten Sukoharjo ini merupakan sebuah kegiatan alternatif yang dilaksanakan atas kerjasama dengan Seksi Kapontren Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukoharjo.

Dalam sambuatannya, Ketua Badko TPQ Kabupaten Sukoharjo, Hasman Budiadi, SE.MM. menyampaikan bahwa kegiatan ini, harapannya dapat menyiapkan seluruh Pengurus Badko baik di tingkat kecamatan maupun di tingkat kabupaten untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan yang mulia. Dalam materinya, Trainer B.S. Wibowo, SKM, MARS, CPHR menyampaikan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan oleh seorang muslim harus dilandasi dengan keikhlasan. Keikhlasan inilah yang akan sangat mempengaruhi konsistensi seseorang dalam setiap aktivitasnya. Selain itu, dalam mendidik santriwan-santriwati TPQ dengan Al Qur’an, harus dilaksanakan dengan cerdas, tuntas, dan berkualitas. Sehingga ke depannya, generasi penerus bangsa ini akan mampu memimpin dan membangun bangsa Indonesia dengan integritas kejujuran yang tinggi.


Sumber: Solopos

Kamis, 23 Juni 2011

Khutbah Jum’at: Isra' Mi'raj

Khutbah Jum’at: Isra' Mi'raj – Mendekati 27 Rajab yang oleh sebagian besar kaum muslimin di Indonesia diyakini sebagai tanggal Isra' Mi'raj, untuk khutbah Jum'at edisi 22 Rajab 1432 H yang bertepatan dengan 24 Juni 2011 ini, Bersama Dakwah memilih tema "Isra' Mi'raj".

***

KHUTBAH PERTAMA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ.
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Hari ini kita telah melewati pertengahan Rajab. Beberapa hari lagi kita bertemu dengan 27 Rajab, yang oleh sebagian besar muslim di Indonesia diyakini sebagai tanggal terjadinya Isra' Mi'raj. Meskipun tidak ada bukti shahih bahwa Isra' Mi'raj terjadi pada 27 Rajab, bahkan Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury dalam sirahnya yang terkenal Rakhiqul Makhtum menolak pendapat yang mengatakan bahwa Isra' Mi'raj terjadi pada bulan Rajab tahun kesepuluh kenabian, tidak ada salahnya kita memanfaatkan momentum ini untuk mengambil hikmah Isra' Mi'raj.

Senin, 20 Juni 2011

Menag: Perlu Dihidupkan Lagi Budaya Mengaji Setelah Shalat Maghrib

REPUBLIKA.CO.ID,PALANGKARAYA--Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan, budaya maghrib mengaji di kalangan masyarakat perlu dihidupkan kembali, sebab saat ini kebiasaan umat muslim tersebut sudah mengalami penurunan.

"Kebiasaan maghrib mengaji sudah mulai hilang di kalangan masyarakat, khususnya bagi para remaja. Kalau dulu biasanya orang tua selalu menyuruh anaknya membaca AlQuran usai melaksanakan ibadah maghrib," katanya di Palangka Raya, Sabtu.
Ia mengatakan, pihaknya sudah mencanangkan "Gerakan Maghrib Mengaji" atau disingkat "Gemar Mengaji", dengan melalukan sosialisasi kepada masyarakat untuk kembali melaksanakan budaya tersebut.

Menurutnya, melalui Gemar Mengaji setiap maghrib anak-anak diajak untuk mengaji dan menyimak Al Quran dan kandungannya. Langkah tersebut diyakini akan mampu menciptakan generasi yang penuh kasih sayang, hormat menghormati, berbudi pekerti tinggi sebagaimana nilai-nilai yang diajarkan dalam Alquran.

Minggu, 19 Juni 2011

Hikmah Isra Mikraj

Oleh: Hery Sucipto

Dalam sejarahnya, dakwah Rasulullah tak pernah sepi dari gangguan kafir Quraisy. Di tengah tantangan dakwah itu, kesedihan yang tak terperikan dihadapi Rasulullah, yakni wafatnya dua orang paling disegani dan dikasihi Nabi SAW, yakni sang paman Abu Thalib, dan istri tercinta Khadijah. Dengan totalitas yang tak diragukan lagi, keduanya adalah pendukung setia dakwah Rasulullah. Wafatnya kedua pendukung utama ini, merupakan ujian besar bagi perjuangan Rasul SAW.

Dalam situasi seperti itu, Allah SWT "menghibur" Rasulullah dengan memperjalankannya ke langit melalui peristiwa Isra dan Mikraj, dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Palestina. Kemudian, dilanjutkan dengan perjalanan (Mikraj) ke Sidratul Muntaha (tempat tiada berbatas), Arasy (takhta Allah), hingga menerima wahyu secara langsung dari Allah SWT tanpa perantaraan Jibril, yakni perintah shalat. Peristiwa itu terjadi pada 27 Rajab, setahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah.

"Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS Al-Isra [17]: 1).

Maher Zain Raih Penghargaan Doble Platinum untuk Albumnya yang Terjual Lebih dari 300 Ribu Keping


Salam semangat! Sudah sebulan lebih tidak bikin postingan tentang Maher Zain. Setelah akhir April hingga awal Mei lalu sukses melakukan promo album ke Indonesia, kini mendapat good news bahwa debut-album: Thank You Allah menembus angka penjualan lebih dari 300 ribu keping. Tentu saja ini prestasi yang luarr biasa untuk artis yang mengusung lagu religi di blantika musik indonesia. Hingga wajar jika kang Maher meraih penghargaan Double Platinum (platinum=penjualan album 150ribu).

Setahu saya tidak banyak musisi religi yang mampu menembus angka platinum di Indonesia, dari Mancanegara sebut saja Raihan. Dari musisi dalam negeri, yang berhasil meraih platinum adalah Opick, Haddad Alwi dan Snada.

Di tengah maraknya pembajakan, angka 300 ribu merupakan prestasi besar buat kang Maher Zain. Congratulations Bro!

Sumber: Iswandi Banna

Pengin cari artikel lainnya...?!?