"Belajarlah terus, karena bisa saja ilmu yang kita miliki sudah kadaluarsa atau bahkan salah. Belajarlah sampai akhir hayat."

Senin, 18 April 2011

Izabela Szydlo: Dua Tahun Berjuang Menolak Keinginan Hati Menerima Islam

Namanya Izabela Szydlo. Dia adalah wanita asal Polandia, yang menuntut ilmu di Kanada. Tak hanya jatuh hati pada negeri itu, ia juga terpikat pada agama yang kini sedang naik daun di negeri itu, Islam.

Jalannya menuju Islam sangat berliku. Ketika hatinya mulai tertambat, ia justru menolaknya. "Dua tahun saya berjuang melawan hati saya sendiri menolak Islam," katanya. Namun ia menyerah, setelah menemukan hanya Islamlah yang pas di hatinya.

Berikut ini pengakuan Izabela tentang pencarian keyakinannya:

Saat tahu saya Muslim, orang pasti akan menebak latar belakang saya adalah Libanon atau Suriah. "Aku Polandia." Jawaban saya biasanya diikuti dengan pertanyaan lain, "Apakah Polandia sebuah negara Muslim?" Saya menjelaskan, "Ini tidak. Aku dikonversi."

Orang tidak biasa mengerti bahwa ada orang yang menerima agama lain dengan deklarasi keyakinan. Tapi melihat kembali pada pengalaman saya sendiri, memang tidak sesederhana itu.

Selasa, 05 April 2011

Memperhatikan Anak Sebelum Lahir

Perhatian kepada anak dimulai pada masa sebelum kelahirannya, dengan memilih isteri yang shalelhah, Rasulullah SAW memberikan nasihat dan pelajaran kepada orang yang hendak berkeluarga dengan bersabda: "Dapatkan wanita yang beragama, (jika tidak) niscaya engkau merugi." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Begitu pula bagi wanita, hendaknya memilih suami yang sesuai dari orang-orang yang datang melamarnya. Hendaknya mendahulukan laki-laki yang beragama dan berakhlak.

Rasulullah memberikan pengarahan kepada para wali dengan bersabda: "Bila datang kepadamu orang yang kamu sukai agama dan akhlaknya, maka kawikanlah. Jika tidak kamu lakukan, nisacayaterjadi fitnah di muka bumi dan kerosakan yang besar"

Tips Agar Anak Anda Tak Kecanduan TV

Selain belajar, makan atau melakukan aktivitas lainnya, anak-anak kerap menghabiskan banyak waktu di depan televisi. Para orangtua pun kerap membiarkan anak-anak mereka menonton televisi sesuka hati. Padahal sudah banyak penelitian yang menjelaskan efek negatif dari terlalu banyak nonton televisi pada masa anak-anak.

Jika anak sudah terlalu kecanduan menonton televisi, bisa menyebabkan beberapa hal kurang baik seperti kegemukan, agresif dan sulit tidur. Lantas bagaimana caranya agar anak tak lagi hobi nonton televisi? Berikut ini tipsnya seperti dikutip dari ehow:

1. Buatlah aturan waktu untuk menikmati televisi, seperti tidak menyalakan televisi kartun pada pagi hari, karena akan mempengaruhi aktivitas hari Anda dan si kecil.

Segera Hadir! PPPA Daarul di Quran Sukoharjo

Pondok Pesantren Penghafal Al-Quran (PPPA) Daarul Quran Sukoharjo segera diresmikan. Peresmian itu diawali dengan kegiatan soft launching sekretariat sementara PPPA Daarul Quran Sukoharjo di Rumah Dinas (Rumdin) Wakil Bupati Sukoharjo, Jumat (25/3/2011) siang.

Acara itu diisi dengan khataman Al Quaran. Dalam soft launching tersebut, Wakil Bupati Sukoharjo, Haryanto yang membacakan sambutan dari Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya mengatakan kemunculan PPPA Daarul Quran merupakan sesuatu hal yang positif dan perlu didukung. Rencananya pondok pesantren itu akan menempati bekas bangunan SDN 4 Sukoharjo.

“Kami sangat menyambut baik lahirnya PPPA Daarul Quran. Pondok ini merekrut kaum dhuafa dan anak yatim piatu. Rencananya PPPA akan diresmikan Ust Yusuf Mansyur dalam waktu dekat,”
tukas Haryanto dalam sambutannya.


Sumber: Solopos

Selasa, 22 Februari 2011

Melihat Ketaatan Sahabat Muslimnya, Silvia Pun Terpikat dengan Islam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA. Silvia Lenteri, demikian kedua orang tuanya memberikan nama. Gadis keturunan Betawi-China ini terlahir dalam keluarga penganut Budha. Saat Silvia masih kecil, ibunya telah dipanggil Sang Pencipta. Sejak itu Silvia diasuh sementara oleh salah satu tantenya yang sudah menikah dengan seorang Muslim. Si tante juga memutuskan masuk islam.

Selama duduk di bangku sekolah dasar (SD) Silvia yang masih dalam pengasuhan tantenya dimasukkan ke Sekolah Dasar Negeri Cipayung 03 Pagi. Di sekolah umum itu hanya ada dua pilihan mata pelajaran agama, Islam dan Kristen.

“Sewaktu SD tidak ada pelajaran agama Budha", katanya. "Karena tante saya seorang Muslim, maka saya pun diminta untuk mengikuti mata pelajaran Agama Islam," tutur Silvia

Selama enam tahun mau tak mau Silvia musti mengikuti pelajaran Agama Islam. Namun saat itu Silvia menganggapnya sekedar mata pelajaran biasa. Setelah lulus sekolah dasar dan melanjutkan ke bangku SMP, ia tetap pengikut Budha.

Silvia masuk ke salah satu SMP unggulan di Jakarta Timur. Ternyata di SMP, untuk mendapat nilai pelajaran agama ia harus mengikuti ujian bersama di salah satu wihara. "Saya meminta nilai dari panitia penyelenggara untuk diberikan kepada sekolah,” tutur remaja 20 tahun ini.

Kamis, 27 Januari 2011

Berbenah Diri Untuk Penghafal Al Qur’an

Oleh : Dr. Anas Ahmad Kurzun

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menjamin kemurnian Al-Qur`ân telah memudahkan umat ini untuk menghafal dan mempelajari kitab-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan para hamba-Nya agar membaca ayat-ayat-Nya, merenungi artinya, dan mengamalkan serta berpegang teguh dengan petunjuknya. Dia Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan hati para hamba yang shalih sebagai wadah untuk memelihara firman-Nya. Dada mereka seperti lembaran-lembaran yang menjaga ayat-ayat-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Sebenarnya, Al-Qur`ân itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zhalim …”[al-Ankabût/29:49].

Dahulu, para sahabat Radhiyallahu ‘anhum yang mulia dan Salafush-Shalih, mereka berlomba-lomba menghafal Al-Qur`ân, generasi demi generasi. Bersungguh-sungguh mendidik anak-anak mereka dalam naungan Al-Qur`ân, baik belajar maupun menghafal disertai dengan pemantapan ilmu tajwid, dan juga mentadabburi yang tersirat dalam Al-Qur`ân, (yaitu) berupa janji dan ancaman.

Berikut ini adalah nasihat yang disampaikan oleh Dr. Anas Ahmad Kurzun, diangkat dari risalah beliau Warattilil Qur’ana Tartila yakni menyangkut metode, sebagai bekal dalam meraih kemampuan untuk dapat menghafal Al-Qur`ân secara baik.

Karena, sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah : Bahwasanya dahulu, para salaf mewasiatkan agar betul-betul memperbagus dan memperbaiki amalan (membaca dan menghafal Al-Qur`ân, Red.) Bukan hanya sekedar memperbanyak (membaca dan menghafalnya, Red.) karena amalan yang sedikit disertai dengan memperbagus dan memantapkannya, itu lebih utama daripada amalan yang banyak tanpa disertai dengan pemantapan. (Lihat Risalah Syarah Hadits Syadad bin Aus, karya Ibnu Rajab, hlm. 35).

Selasa, 18 Januari 2011

Misteri Ka'bah yang Menggegerkan NASA


Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya?”
Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berujung), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Pengin cari artikel lainnya...?!?