Selasa, 10 Mei 2011
Senin, 09 Mei 2011
The Power of Qudwah
Sebuah Model Pendidikan yang Efektif
Berbagai metode pendidikan sudah dicanangkan dan sudah diterapkan di lingkungan sekolah, baik yang formal maupun informal. Contoh yang formal misalnya, cara belajar siswa aktif (CBSA). Harapan dampak dari CBSA ini, agar siswa sebagai peserta didik untuk aktif belajar tanpa dikomando alias tanpa selalu diawali dengan diberi tugas atau PR dan belajarnya tidak menunggu kalau ada ujian .
Namun apa yang terjadi? Dengan tanpa mengurangi rasa hormat kepada penggagas metode ini, hasilnya kita bisa lihat. Metode ini cendrung “lepas”. Dalam artian, bagi siswa yang memang ada sifat dasar rajin, maka dia akan rajin belajarnya. Tapi, bagi yang tidak? Si siswa “menikmati” dunianya yang santai, bermalas-malasan dan mengalir seperti air untuk menutupi ketidakberdayaannya. Padahal sudah menjadi rahasia umum bahwa karakter dasar bangsa kita, termasuk karakter siswa bukan karakter yang aktif dan kreatif.
Ada juga metode kompetensi. Sebuah metode yang berbasis kompetensi dengan menekankan siswa lulus dari kriteria-kriteria tertentu sebagai syarat kelulusannya. Ada lagi metode-metode yang lain. Sekali lagi, dan untuk kesekian kalinya, metode pendidikan ini seakan tidak berdaya mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia.
Kaum Muslimah Pengukir Sejarah
Muslimah semangat berjuang
Muslimah, kaum wanita muslim, banyak memegang peran penting dalam pergerakan dakwah Islam. Kondisi ini sangat bertolak belakang dengan kondisi sebelum datangnya islam. Apalagi di masa awal kenabian Muhammad saw., para wanita dianggap sebagai makhluk yang kurang berguna dan menjadi aib bagi keluarga. Tidak sedikit yang mengubur hidup-hidup bayi wanita yang baru lahir di antara kaum arab saat itu.
Ketika cahaya Islam menyinari dunia, derajat wanita pun terangkat. Mereka menjadi bagian tak terpisahkan dari laki-laki dan dijanjikan kedudukan yang sama berdasarkan ketakwaannya kepada Allah. Maka bermunculanlah nama-nama muslimah yang menghiasi lembar sejarah. Mereka mengukir sejarah melalui kecerdasan, ilmu, pengorbanan, jihad dan berbagai peran positif lainnya.
Beberapa Wanita Muslim dalam Sejarah Islam
1. Sumayyah binti Khubath
Sebagai muslimah pertama yang menyumbangkan nyawanya demi keimanan dan memperoleh Syahadah.
Kamis, 05 Mei 2011
MASJID SEBAGAI PUSAT PERGERAKAN
Di zaman Rasululloh SAW, masjid tidak sekedar digunakan sebagai tempat sholat. lebih dari itu, masjid ditempatkan sebagai pusat pergerakan Islam. Mulai dari perencanaan strategi dakwah, perencanaan perang, sampai dengan sarana pembentukan karakter bagi para sahabat. Selain itu, masjid juga menempati fungsi sosial melalui zakat, infaq, shodaqoh.
Seiring berjalannya waktu, nilai-nilai itu nampaknya mulai bergeser. Walaupun masih ada yang berusaha menjadikan masjid sebagai pusat pergerakan, Namun, itu sangat sedikit sekali jumlahnya. Yang terjadi kebanyakan adalah masjid sekedar menjadi tempat sholat, tempat pengajian dan hal-hal lain yang sifatnya Ibadah kepada Alloh Azza wa Jalla. Lebih sayang lagi, bahkan ada yang beranggapan bahwa, memang seperti itulah fungsi masjid.
Melihat permasalahan sosial yang berkembang sekarang ini, seperti kenakalan remaja, kemiskinan, nampaknya masjid harus segera mengambil peran semaksimal mungkin guna mengatasi masalah tersebut. Galakkan lagi pengajian-pengajian. Selingi kegiatan rutin itu dengan kegiatan lain untuk menghindari kejenuhan, seperti outbond, hiking, cycling, mewarnai, melukis. Tentu kegiatan itu disesuaikan dengan usia mereka.
Pendidikan untuk Kebangkitan Islam
Tak bisa dipungkiri hingga kini pendidikan menjadi salah satu bahan utama dalam pembentukan generasi. Baik pendidikan untuk kecerdasan Emotional, intelegensi, ataupun Spiritual. Pendidikan menjadi salah satu faktor meningkatnya status sosial seseorang. Dan lebih dari itu, pendidikan menjadi modal untuk hidup sukses dunia akhirat.
Tidak lama lagi kita akan merayakan hari pendidikan nasional. Momen ini bisa kita jadikan evaluasi secara universal, apa yang sudah terjadi dengan konsep pendidikan bangsa ini. Apakah Konsep pendidikan yang hingga detik ini ada, tepat untuk mencapai hakikat pendidikan itu sendiri,khusus nya untuk pendidikan seorang muslim yaitu membentuk manusia berkarakter rabbani menuju sukses dunia dan akhirat.
Seperti yang terkutip dalam hadis ini: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim” (HR. Ibnu Adi dan Baihaqi dari Abbas RA, juga Attraboni dan Al Khatib dari Al Husain bin Ali/ lihat, al-Fathul Khabir, jilid II. h, 213)
Senin, 02 Mei 2011
Beragama dengan Hati
Oleh: Prof Dr KH Said Aqiel Siradj
Setelah Rasulullah wafat, situasi ideal tersebut berangsur menurun. Konflik politik di kalangan sahabat hingga munculnya dinasti-dinasti Islam terus menyeruak. Saat itulah, terjadi al-fitnah al-kubra, malapetaka besar yang membuat umat Islam terkotak-kotak dalam berbagai partai dan golongan (hizb wa al-firqah).
Di tengah situasi biasnya kebenaran, ada generasi tabiin yang mampu berpikir jernih yang dipelopori oleh Imam Hasan al-Basri, Sufyan al-Tsauri, hingga Abu Hasan al-Asy'ari dan Abu Manshur al-Maturidi. Mereka lebih memilih kehidupan batin.
Begitulah para sufi muncul demi menggemakan keteduhan dan kedamaian bagi masyarakat. Ya, tasawuf dan Islam adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan sebagaimana halnya nurani dan kesadaran tertinggi yang juga tidak dapat dipisahkan dari Islam. Islam merupakan suatu kesadaran abadi yang bermakna penyerahan diri dan ketertundukan (al-inqiyad).
Kedatangan Rasulullah yang membawa risalah Islam selama 23 tahun terbukti mampu meredam kefanatikan kabilah di jazirah Arab hingga menjadi "ghirah Islam". Masyarakat Arab kala itu menjadi malu menyebutkan kabilahnya hingga membuang fanatisme kabilah.
Setelah Rasulullah wafat, situasi ideal tersebut berangsur menurun. Konflik politik di kalangan sahabat hingga munculnya dinasti-dinasti Islam terus menyeruak. Saat itulah, terjadi al-fitnah al-kubra, malapetaka besar yang membuat umat Islam terkotak-kotak dalam berbagai partai dan golongan (hizb wa al-firqah).
Di tengah situasi biasnya kebenaran, ada generasi tabiin yang mampu berpikir jernih yang dipelopori oleh Imam Hasan al-Basri, Sufyan al-Tsauri, hingga Abu Hasan al-Asy'ari dan Abu Manshur al-Maturidi. Mereka lebih memilih kehidupan batin.
Begitulah para sufi muncul demi menggemakan keteduhan dan kedamaian bagi masyarakat. Ya, tasawuf dan Islam adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan sebagaimana halnya nurani dan kesadaran tertinggi yang juga tidak dapat dipisahkan dari Islam. Islam merupakan suatu kesadaran abadi yang bermakna penyerahan diri dan ketertundukan (al-inqiyad).
Rabu, 27 April 2011
Maher Zain, Nafas Baru Musik Islami
"Video klip ‘Insha Allah’ sudah meraih lebih dari 8 juta penonton di YouTube dan dibuat dalam 4 versi, yaitu versi bahasa Inggris, Perancis, Turki, dan Arab."
Ada warna baru di dunia musik Islami. Pria keturunan Arab dan Eropa ini hadir dengan lagu bernafas Islami dalam balutan musik modern dan pop yang catchy namun menghanyutkan. Ia membawa misi dalam musiknya untuk menghibur dan menginspirasi banyak orang, sekaligus membawa pesan perdamaian dan harapan untuk dunia. Ia adalah MAHER ZAIN.
Maher Zain lebih dulu dikenal di Eropa, Amerika, Australia dan Timur Tengah. Album perdana Maher yang berjudul “Thank You Allah” dirilis pada January 2009 dibawah label Awakening Records. Album ini sukses meraih nomor 1 di Amazon’s World Music Charts dan nomor 9 di The R & B charts.
Label:
Info Dunia Islam,
Info Global,
Maher Zain,
Nasyid
Langganan:
Postingan (Atom)


