"Belajarlah terus, karena bisa saja ilmu yang kita miliki sudah kadaluarsa atau bahkan salah. Belajarlah sampai akhir hayat."
Tampilkan postingan dengan label Kemenag. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kemenag. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juni 2011

Madrasah Gratis Belum Bisa Teralisasi 2011

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Realiasi rencana madrasah gratis masih terkendala anggaran dan mekanisme pelaksanannya. Akibatnya, pelaksanaan program tersebut belum dapat diwujudkan pada 2011. Kemungkinan akan bisa terlaksana pada tahun ajaran baru 2012 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Menteri Agama, Suryadharma Ali.

Menag mengatakan di Jakarta, Selasa (14/6) distribusi anggaran perlu dipikirkan agar tak terjadi jurang, terutama antara dana yang disediakan dengan pemerintah dengan dana operasional yang biasa mereka gunakan. “Kalau masih ada gap bisa jadi masalah.”

Karenanya, Menag menegaskan pemerintah akan melakukan kajian mendalam tentang program itu. Apalagi ide madrasah gratis merupakan hal baru yang berlum pernah diterapkan sebelumnya. Pihaknya telah melakukan studi banding ke sejumlah daerah yang telah menerapkan pendidikan gratis. Salah satunya adalah Sumater Selatan. Provinsi itu menggratiskan pendidikan sejak 2008.

Selasa, 29 Juni 2010

Madrasah pun Mesti Berstandar Internasional

REPUBLIKA.CO.ID,BANJARMASIN. Selama ini, madrasah jauh tertinggal dibandingkan pendidikan umum. Madrasah bahkan kerap dijadikan tempat pendidikan alternatif setelah sekolah umum. Di saat sekolah umum kini banyak yang berstandar internasional, madrasah nyaris tak terdengar kabarnya.

Tapi, lain ceritanya bagi masyarakat Kalimantan Selatan khususnya Kabupaten Tanah Laut. Melalui wakilnya di DPD, mereka sedang memperjuangkan terciptanya madrasah berstandar internasional. Masyarakat akan memperjuangkan madrasah itu sesuai janji Kementerian Agama. ''Keberadaan madrasah bertaraf internasional (MBI) merupakan aspirasi pemerintah provinsi dan masyarkat Kalimantan Selatan (Kalsel), khususnya Kabupaten Tanah Laut,'' ujar anggota DPD Habib Hamid Abdullah di Banjarmasin, Rabu (30/6).

Bersama tiga rekannya di DPD yaitu Adhariani, Gusti Faried Hasan Aman, dan HM Sofwat Hadi, Hamid mengunjungi Kalsel selama reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di sana. Menurutnya, keberadaan MBI diharapkan dapat lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang beriman dan bertakwa serta memahami ilmu pengetahuan dan teknologi. ''Kami sudah menyurati Kementerian Agama untuk mempertanyakan realisasi pembangunan MBI di Bumi Tuntung Pandang, Tanah Laut. Namun hingga sekarang belum ada jawaban,'' sesalnya.

Kamis, 10 Juni 2010

Menag: Umat Islam Bermutu Indonesia Maju

Jakarta. Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan, sebagai umat mayoritas di Indonesia, tidak bisa diragukan lagi bahwa umat Islam menempati posisi yang sangat penting bagi Indonesia. Bahkan sudah tidak terhitung berapa banyak ahli yang berpandangan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada sejauh mana kualitas umat Islam.
"Apabila kualitas umat Islam buruk Indonesia akan terpuruk, sebaliknya, apabila kualitas bermutu Indonesia akan maju," kata Menag saat membuka pameran potensi umat Islam di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (6/5). Pameran berlangsung terkait penyelenggaraan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-5.

Menag mengatakan, mat Islam Indonesia memiliki potensi besar untuk melahirkan para ultrapreneur, dengan potensi kuantitatif sebagai mayoritas di Indonesia. Mereka akan terwujud apabila persekutuan strategis tercetus di kalangan para entrepreneur dengan komitmen penegakan ekonomi syari`ah yang dilandasi oleh pertumbuhan, kontinuitas, dan keberkahan, maka dampaknya akan luas sekali, serta mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif secara nasional.

Tanpa menutup kemungkinan persekutuan strategis, outsourcing strategic dan benchmarking dengan entrepreneur dari kalangan non-muslim, para ultrapreneur tersebut akan berperan luas dalam pemulihan ekonomi Indonesia, bahkan membawa kegairahan yang kondusif di wilayah regional maupun internasional. Selain itu, dengan landasan tiga fokus utama ekonomi syari`ah yang diungkapkan sebelumnya, maka aktivitas tersebut Insya Alloh akan berfungsi pula sebagai dakwah bil-lisan.

Pengin cari artikel lainnya...?!?